Jangan Asal Angkat! Spam Call Bisa Jadi Sinyal Kebocoran Data Pribadi, Ini Cara Mengatasinya

Marak Spam Call di Indonesia, Waspada Kebocoran Data Pribadi dan Penipuan Siber. (Foto: Ilustrasi AI)

BERITAKEBUMEN.COM – Panggilan spam atau spam call semakin marak dialami pengguna ponsel di Indonesia.

Sekitar 60 persen pengguna ponsel disebut masih menerima panggilan spam setiap hari, bahkan dalam frekuensi yang sangat tinggi.

Berita Lainnya

Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan kebocoran data pribadi dan meningkatkan risiko penipuan siber.

Pakar keamanan siber Pratama Persada menjelaskan, panggilan spam yang datang berulang kali dapat menjadi indikasi bahwa nomor telepon seseorang telah masuk ke dalam daftar data yang beredar atau diperjualbelikan secara ilegal.

BACA JUGA: Jangan Panik! Ini 5 Cara Aman Mendinginkan HP Panas Tanpa Merusak Perangkat

Pelaku biasanya menggunakan teknologi auto-dialing untuk menghubungi ribuan nomor secara otomatis. Ketika sebuah panggilan dijawab, sistem dapat mencatat nomor tersebut sebagai nomor aktif.

Data itu kemudian berpotensi digunakan untuk melakukan panggilan lanjutan dengan frekuensi lebih tinggi.

Masyarakat yang mengalami spam call disarankan tidak merespons panggilan dari nomor mencurigakan. Nomor tersebut juga dapat segera diblokir melalui fitur bawaan ponsel.

Pengguna dapat melaporkan nomor yang terindikasi melakukan spam kepada operator telekomunikasi atau melalui portal resmi pemerintah, aduannomor.id.

Fitur Do Not Disturb (DND) dan aplikasi pemblokir spam juga dapat digunakan sebagai langkah perlindungan tambahan.

Nomor ponsel memiliki posisi penting dalam identitas digital karena kerap terhubung dengan layanan finansial, rekening perbankan, serta autentikasi dua faktor (2FA).

Pelaku juga dapat menggunakan teknik number spoofing, server luar negeri, dan pergantian nomor secara dinamis sehingga pemblokiran satu nomor sering kali belum menyelesaikan masalah.

Pratama Persada menilai persoalan tersebut menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih kuat terhadap industri telekomunikasi dan pemasaran digital.

BACA JUGA: Pengguna Google Gemini Melonjak Tiga Kali Lipat, Sentuh 950 Juta pada 2026

Pemerintah juga didorong memperketat audit perusahaan pengelola data, membangun sistem pengawasan telemarketing nasional, serta memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti membocorkan data pribadi.

Maraknya spam call menjadi peringatan bagi masyarakat untuk semakin menjaga keamanan data pribadi.

Pengguna ponsel perlu menghindari respons terhadap nomor mencurigakan, memanfaatkan fitur pemblokiran, dan aktif melaporkan nomor bermasalah melalui kanal resmi.

Pada saat yang sama, penguatan pengawasan dan penegakan hukum diperlukan untuk memutus rantai peredaran data pribadi secara ilegal.

Berita terkait