KEBUMEN, Beritakebumen.com – Penjualan bendera dan pernak-pernik kemerdekaan di Kabupaten Kebumen menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia tahun ini terpantau lesu.
Sejumlah pedagang bendera musiman mengaku omzet mereka turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Asep, pedagang bendera asal Garut, Jawa Barat, mengatakan penjualan tahun ini menjadi yang paling sepi selama empat tahun berjualan musiman di Kebumen.
Ia memperkirakan omzetnya turun lebih dari 40 persen dibanding tahun lalu.
Padahal, seluruh barang dagangan dibeli secara tunai dari kampung halamannya. Hingga Senin, 10 Agustus 2026, modal yang dikeluarkan bahkan belum kembali separuhnya.
“Tidak mesti, kadang sehari tidak laku satu pun. Kadang laku satu sampai tiga,” ujar Asep.
BACA JUGA: Lomba Mancing HUT RI di Bumirejo Kebumen Meriah, Ada Lele Master dan Doorprize
Kondisi serupa dirasakan Saliman, pedagang asal Kelurahan Panjatan. Ia mulai berjualan sejak 1 Agustus 2026 dan menyebut tahun ini sebagai salah satu periode penjualan paling sepi.
Menurutnya, penjualan paling ramai terjadi pada 2024, ketika momentum Pemilu dan Pilkada turut meningkatkan aktivitas masyarakat.
Saliman menduga perubahan pola belanja ke platform online turut memengaruhi jumlah pembeli di lapak pinggir jalan.
Ia menawarkan bendera Merah Putih dengan harga Rp5.000 hingga Rp40.000, serta braket atau background besar seharga Rp160.000-Rp180.000.
Meski penjualan belum sesuai harapan, Saliman tetap bertahan hingga 18 Agustus 2026.
Ia berharap momentum HUT RI tetap membawa rezeki bagi pedagang kecil dan menjaga semarak perayaan kemerdekaan di ruang publik.






