BERITAKEBUMEN.COM – Bau mulut menjadi masalah umum yang dapat mengganggu kenyamanan dan menurunkan rasa percaya diri saat berinteraksi.
Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kebersihan rongga mulut hingga kondisi kesehatan tertentu.
Dokter gigi Tia Lovita menjelaskan bahwa bau mulut umumnya berasal dari faktor lokal di dalam rongga mulut.
Sisa makanan yang menumpuk, gigi berlubang, lidah yang jarang dibersihkan, serta penurunan produksi air liur (xerostomia) menjadi penyebab utama munculnya aroma tidak sedap.
BACA JUGA: Jangan Buru-Buru Ganti Alat, Ini 5 Penyebab Rice Cooker Bau dan Nasi Cepat Basi
Selain itu, faktor kesehatan umum juga berperan. Penyakit seperti diabetes, gangguan ginjal, hingga kanker dapat memicu bau mulut, terutama akibat efek samping pengobatan yang menyebabkan mulut kering.
Gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol, serta makanan beraroma tajam seperti durian, petai, dan bawang putih juga memengaruhi keseimbangan pH dalam mulut.
Bau mulut dapat dialami semua kelompok usia. Pada bayi, kondisi ini sering disebabkan sisa susu yang tidak dibersihkan.
Pada orang dewasa, kebiasaan merokok dan pola makan menjadi faktor dominan. Sementara pada lansia, konsumsi obat-obatan yang menurunkan produksi air liur menjadi penyebab utama.
Untuk mengatasi bau mulut, perawatan menyeluruh sangat diperlukan. Menyikat gigi dua kali sehari, membersihkan lidah, serta menggunakan benang gigi membantu mengangkat sisa kotoran.
Penggunaan obat kumur juga dapat melengkapi kebersihan rongga mulut. Selain itu, konsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur, serta menjaga asupan air putih, berperan penting dalam menjaga kesegaran mulut.
Mengunyah permen karet juga dapat membantu merangsang produksi air liur.
BACA JUGA: Aturan Baru Pemberian Nama Anak, Orang Tua Wajib Tahu Agar Tak Ditolak Dukcapil
Jika bau mulut tidak kunjung hilang, pemeriksaan ke dokter gigi sangat dianjurkan. Penanganan medis seperti scaling, penambalan gigi, atau pencabutan sisa akar dapat mengatasi sumber masalah secara langsung.
Pemeriksaan rutin setiap enam bulan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut secara berkelanjutan.






