BERITAKEBUMEN.COM – Surah An-Nur ayat 26 sering dipahami sebagai gambaran bahwa orang baik akan mendapatkan pasangan baik, sedangkan orang buruk akan berjodoh dengan orang buruk.
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa pemahaman tersebut perlu dilihat kembali melalui konteks turunnya ayat dan kaidah tafsir Al-Qur’an.
Menurut Ustadz Adi Hidayat, Surah An-Nur ayat 26 berkaitan erat dengan peristiwa fitnah yang menimpa Sayyidah Aisyah RA.
Ayat tersebut menjadi bagian dari pembelaan Allah SWT terhadap Aisyah RA setelah beredarnya kabar bohong yang menyerang kehormatan keluarga Rasulullah SAW.
BACA JUGA: Banyak Musibah dan Bencana Alam, Ustadz Adi Hidayat Serukan Taubat Nasional
Secara makna, ayat tersebut menggambarkan hubungan antara perkataan dengan karakter seseorang.
Perkataan buruk berasal dari pribadi yang buruk, sementara perkataan baik lahir dari pribadi yang baik.
Sebagian ulama tafsir memang mengaitkan ayat ini dengan kehidupan rumah tangga dan kecenderungan seseorang memilih pasangan yang memiliki karakter serupa.
Namun, menjadikannya sebagai rumus mutlak dalam menentukan jodoh dapat menimbulkan persoalan dalam memahami makna ayat.
Ustadz Adi Hidayat juga mengingatkan bahwa kehidupan pernikahan tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Kisah Sayyidah Asiah yang bersuamikan Firaun serta ujian Nabi Nuh AS dan Nabi Luth AS menjadi contoh bahwa orang saleh dapat menghadapi pasangan yang memiliki karakter berbeda.
BACA JUGA: Puasa Arafah hingga Infak Harian, Ini Amalan Andalan Menurut Ustadz Adi Hidayat di Bulan Dzulhijjah
Dalam kondisi tersebut, seseorang dapat menjadikan rumah tangga sebagai ruang untuk bersabar, mendoakan, dan membimbing pasangan.
Pemahaman terhadap Al-Qur’an pun perlu disertai konteks yang utuh agar pesan ayat tidak dipersempit menjadi sekadar teori tentang jodoh.






