Bencana Berwujud Gunung: Bantargebang Jadi Monster Metana Kedua Dunia

TPST Bantargebang
Ilustrasi gambar TPST Bantargebang. Image Gen Ai

Banyak orang mengira musuh utama perubahan iklim hanyalah karbon dioksida (CO2). Padahal, efek gas rumah kaca yang ditimbulkan oleh metana jauh lebih ganas dan kuat dalam merangkap panas di atmosfer bumi dibandingkan CO2. Tumpukan 80 juta ton sampah organik yang membusuk secara anaerob (tanpa oksigen) di Bantargebang adalah inkubator sempurna bagi gas ini.

BACA JUGA: Ancaman Super El Nino dan Efek Melelehnya Es Kutub Bumi Mengintai Hingga 2026

“Gas metana yang terlepas bebas dari tumpukan sampah bukan hanya mempercepat krisis iklim global. Di tingkat lokal, konsentrasi metana yang tinggi adalah bom waktu yang sangat reaktif, memicu kebakaran hebat di area TPA yang sulit dipadamkan, serta menghadirkan krisis kesehatan pernapasan akut bagi warga sekitar,” jelas ulasan para ahli lingkungan hidup seperti yang dikaji oleh peneliti dari Environmental Geography Student Association (EGSA) UGM dan pakar limbah IPB.

Ini adalah peringatan keras: sistem “kumpul-angkut-buang” sudah sangat usang dan membahayakan nyawa.

TPST Bantargebang
Ilustrasi gambar resiko emisi di TPA dan TPST. Image Gen Ai
Belajar dari Kebumen: Menyulap Bau Busuk Menjadi Api Dapur dan Pengganti LPG

Di saat ibu kota nyaris menyerah pada emisi gas beracun, sebuah kabupaten di Jawa Tengah justru memanfaatkannya untuk energi masa depan.

Jika Bantargebang adalah contoh dari krisis yang lepas kendali, maka Kabupaten Kebumen adalah antitesis yang menghadirkan solusi multi-lapis. Berdasarkan data per Agustus 2025, TPA Kaligending di Kebumen hanya menerima rata-rata 63 ton sampah per hari. Ukurannya tentu bak semut jika dibandingkan gajah Bantargebang.

Namun, inovasi yang dilakukan di sana patut mendapat tepuk tangan meriah. Pengelola TPA Kaligending tidak membiarkan gas metana terbang merusak ozon. Per April 2025, instalasi penangkap gas di sana telah berhasil menyalurkan metana sebagai pengganti gas LPG secara gratis untuk memenuhi kebutuhan dapur lebih dari 57 rumah tangga di sekitar kawasan TPA.

BACA JUGA: Mulai Juni 2026, Jateng Masuk Musim Kemarau: 18 Daerah Terancam Krisis Air, Termasuk Kebumen

Tak berpuas diri hanya dengan biogas rumah tangga, langkah Pemkab Kebumen semakin progresif. Tercatat pada Kamis, 10 April 2025, sejarah baru terukir ketika Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, dan Direktur Manufacturing PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), Soni Asrul Sani, menandatangani nota kesepahaman (MoU) di ruang kerja bupati.

Berita terkait