PURING, Beritakebumen.com – Hobi merawat tanaman hias membawa berkah bagi Edi Mariyoto, warga Desa Bumirejo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen.
Sejak 2019, ia mengembangkan budidaya bougenville di pekarangan rumah hingga berhasil menjadikannya sebagai usaha yang menghasilkan keuntungan jutaan rupiah.
Di kebunnya, Edi membudidayakan puluhan varietas bougenville dengan warna dan karakter yang beragam.
Varietas impor seperti Sakura Ice Cream dan Sakura Blossom menjadi favorit pelanggan karena memiliki tampilan bunga yang unik serta nilai jual lebih tinggi.
Permintaan terhadap tanaman hias bougenville terus meningkat, bahkan pemasarannya telah menjangkau berbagai daerah di luar Kebumen, termasuk Jepara.
BACA JUGA: Terapkan Sistem Tumpang Sari, Bumdes di Kebumen Ini Sukses Panen Cabai hingga 3 Kuintal
Harga bougenville yang dijual bervariasi sesuai ukuran dan kualitas tanaman. Bibit berukuran kecil dipasarkan mulai Rp20.000 hingga Rp50.000 per pot.
Sementara tanaman yang telah dibentuk secara estetis atau berukuran besar dibanderol mulai Rp3 juta hingga Rp7 juta per pohon.
Edi mengaku terus memperdalam teknik okulasi dan perawatan modern dengan belajar dari pehobi serta pembudidaya bougenville di Palembang dan Sumatra Utara.
Menurutnya, tantangan terbesar datang saat musim hujan karena bunga lebih mudah rontok dan mengurangi nilai estetika tanaman.
Meski demikian, Edi tetap optimistis mengembangkan usaha budidaya bougenville.
Ia berkomitmen memperluas pasar sekaligus menghadirkan varietas baru, dengan harapan semakin banyak masyarakat melihat tanaman hias sebagai peluang usaha yang menjanjikan.






