BUAYAN, Beritakebumen.com – Seorang ibu dan anaknya yang masih balita ditemukan meninggal dunia akibat gant*ng diri di rumahnya, Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen. Sementara satu anak korban berhasil selamat.
Korban berinisial AA (44) dan anaknya AT (5). Keduanya ditemukan tergantung di kusen pintu rumah pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah anak sulung korban, AZ (8), melapor kepada salah satu kerabat.
Kapolsek Buayan Iptu Walali Saebani menjelaskan bahwa AZ sebenarnya juga diminta ikut mengakhiri hidup, namun berhasil menyelamatkan diri.
“Anak yang duduk di kelas 2 SD itu selamat. Di lokasi sudah ada lingkaran tali yang disiapkan,” kata Saebani, Jumat (9/1/2026).
BACA JUGA: Kaleidoskop Kamtibmas Kebumen 2025, Dari Kasus Racun di Alian hingga Penipuan Investasi
Setelah keluar rumah, AZ mencari pamannya dan menyampaikan kondisi ibunya. “Anak itu berkata, ‘adik diikat sama mamak’,” ujar Saebani menirukan ucapan korban selamat. Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa peristiwa tersebut dipicu persoalan ekonomi dan konflik rumah tangga. Korban diketahui telah ditinggal suaminya selama sekitar dua tahun.
“Kami menemukan pesan korban di ponselnya yang tidak pernah mendapat balasan,” jelas Saebani.
Sehari sebelum kejadian, korban sempat mengirim pesan WhatsApp kepada suaminya. Pesan itu hanya dibaca, lalu kontak korban diblokir. Tekanan psikologis tersebut diduga memperparah kondisi mental korban. Polisi juga menemukan unggahan bernada emosional di akun media sosial yang diduga milik korban.
Kejadian Itu Jadi Perhatian Bupati Kebumen
Tragedi ini mendapat perhatian khusus dari Bupati Kebumen Lilis Nuryani. Bupati bersama jajaran dinas terkait mengunjungi keluarga korban, Jumat (9/1/2026), untuk menyampaikan belasungkawa dan memastikan pendampingan lanjutan.
“Pemkab Kebumen hadir agar keluarga tidak merasa sendiri. Kami memberikan dukungan moral, bantuan ekonomi, pendampingan psikologis, serta pembebasan biaya visum. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang,” ujar Bupati Lilis.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab menyerahkan santunan, paket sembako, perlengkapan sekolah, serta mainan untuk AZ yang selamat. Pemerintah daerah juga menawarkan pekerjaan kepada paman dan bibi AZ agar memiliki penghasilan tetap dan dapat fokus mendampingi tumbuh kembang anak tersebut.
BACA JUGA: Bekali Penyidik, Satreskrim Polres Kebumen Bedah Aturan KUH Pidana Baru di Gedung Tribrata
Pelaksana Tugas Kepala UPTD PPA Kebumen Arum Dwi L menyampaikan bahwa pihaknya memprioritaskan pendampingan trauma healing yang ramah anak.
“AZ sempat melihat kondisi ibu dan adiknya, bahkan berada dalam situasi yang mengancam jiwanya. Saat ini ia menunjukkan gejala trauma, seperti takut pada orang asing. Kami melakukan pendekatan melalui komunikasi ringan dan permainan,” jelas Arum.
Selain mendampingi korban selamat, UPTD PPA juga memberikan edukasi kepada keluarga besar agar tidak mengulang cerita kejadian di depan anak. Pemkab Kebumen memastikan pendampingan lintas sektor akan dilakukan secara berkelanjutan untuk menjamin hak pendidikan dan kesehatan AZ.






