Alih-alih mendinginkan, uap air ini justru memerangkap panas di permukaan bumi, sehingga menciptakan efek kelembapan yang tinggi bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Terkait prediksi musim, Kepala BMKG Teku Faisal Fatani menyebutkan bahwa musim kemarau 2026 diprediksi datang lebih awal di sebagian wilayah.
Wilayah Nusa Tenggara akan memulai masa kering pada awal April, yang kemudian meluas secara bertahap.
BACA JUGA: BMKG: Waspada Hujan dan Gelombang Tinggi di Jateng Selatan Saat Malam Tahun Baru
Meski begitu, potensi hujan intensitas sedang hingga lebat masih mungkin terjadi di beberapa titik di Pulau Jawa selama masa pancaroba ini.
Masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dengan mencukupi hidrasi tubuh dan menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat berada di bawah terik matahari.
Pastikan kamu terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang tiba-tiba.






