Dukungan Permodalan hingga Digitalisasi
Ketua KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, menjelaskan bahwa bazar ini merupakan bagian dari program Collab-Coop.
Hingga saat ini, pihaknya telah merealisasikan pinjaman talangan eksklusif natura (PATEN) kepada 52 KDKMP dengan total nilai mencapai Rp2,3 miliar.
“Masing-masing KDKMP mendapat pinjaman 25 hingga 50 juta rupiah. Program ini untuk membantu operasional koperasi desa sekaligus menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadhan,” jelas Frans.
KSP Nasari tak hanya memberikan akses modal, tetapi juga menyiapkan solusi digital melalui aplikasi mobile white label. Aplikasi ini dirancang sebagai wadah pemasaran produk unggulan lokal agar sistem usaha di desa semakin menguntungkan.
Asisten Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi RI, Niken Wulandari, mengapresiasi langkah ini.
BACA JUGA: Cuan di Tengah Inflasi, 7 Ide Bisnis Modal Kecil 2026 yang Paling Diburu Konsumen
Menurutnya, operasional KDKMP yang aktif akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menjadi anggota sekaligus menjaga daya beli warga.
Ke depan, KSP Nasari berencana memperluas dukungan modal bagi KDKMP yang menjadi pemasok dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Jika koperasi desa mampu menjadi supplier, KSP Nasari siap mengucurkan tambahan modal untuk mendorong peningkatan sisa hasil usaha (SHU).
Kepala Divisi Regional Jateng-DIY KSP Nasari, Herbert Antonius Tambun, menegaskan bahwa program Collab-Coop dirancang sebagai solusi menyeluruh untuk mendukung kesuksesan program Koperasi Desa Merah Putih dari hulu ke hilir.






