Sebaliknya, pengguna aktif kerap terjebak dalam perbandingan sosial yang memicu ketidakpuasan.
Mereka yang jarang update justru terhindar dari jebakan itu karena sumber kebahagiaan berasal dari dalam diri.
Selain faktor kepribadian, menjaga privasi juga menjadi alasan kuat.
Banyak yang memilih tidak mengumbar pencapaian demi melindungi diri dari energi negatif sekaligus menjaga keberkahan hidup.
BACA JUGA: Jauhi Gengsi! Simak Strategi Finansial Slow Living Agar Bebas Finansial Jangka Panjang
Keputusan untuk tidak aktif di media sosial merupakan bentuk kecerdasan digital.
Mereka memahami bahwa momen paling berharga adalah yang dinikmati sepenuhnya tanpa gangguan layar ponsel.
Media sosial hanyalah alat. Bukan berarti mereka tertinggal zaman, melainkan pilihan sadar untuk hidup lebih tenang dan sehat secara mental.






