Menguak Jejak Jembatan Sitantu di Padureso: Dari Akses Vital Era Penjajahan Hingga Tragedi Jembatan yang Hilang

Jembatan Sitantu
Jembatan Sitantu tahun 1930. Sumber: x.com/DisarpusKebumen

Mengutip rujukan arsip dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, pentingnya kawasan ini tak bisa disepelekan. “Di balik luasnya hamparan sawah hijau di Kebumen, aliran Saluran Induk Bedegolan merupakan urat nadi pengairan yang menjadi nyawa pertanian,” tulis keterangan tersebut.

BACA JUGA: Fakta Sejarah Kebumen: Buku Ini Mengungkap Fakta Hotel Juliana, RS Nirmala dan Penyatuan Karanganyar

Namun, di balik kisah jembatan Sitantu ini, ada sebuah cerita yang masih tersimpan rapat di palung sungai. Tepat di bawah lokasi asli Jembatan Sitantu lawas, terdapat sebuah area yang dikenal sebagai Kedung Sitantu. Kawasan perairan dalam dan tenang ini menyimpan deretan kisah mitos dan legenda lokal yang sanggup membuat bulu kuduk merinding. Penasaran dengan misteri apa yang menunggu terkait kedung tersebut? Tenang, kisah lengkapnya akan kami ulas pada artikel selanjutnya.

Jembatan Sitantu
Kondisi jembatan Sitantu saat ini. Foto: Gita Kurniawan
Jangan Biarkan Sejarah Hanyut: Mari Kenali dan Jaga Warisan Kebumen!

Kisah Jembatan Sitantu hingga hadirnya Jembatan Bedegolan adalah bukti betapa dinamisnya sejarah tata ruang dan perjuangan masyarakat Padureso dalam menaklukkan alam. Jangan biarkan cerita luar biasa ini hanya menjadi dongeng pengantar tidur. Mari bersama-sama meluangkan waktu di akhir pekan untuk sekedar napak tilas kisah sejarah sembari menikmati keindahan alam disekitar jembatan Bedegolan.

Jangan lupa untuk selalu melestarikan catatan sejarah lokal Kebumen agar tak lekang oleh derasnya arus zaman! ***

Berita terkait