Sering Bikin Pemilik Kesal, 5 Kebiasaan Kucing Ini Justru Penting bagi Kesehatannya

Lima kebiasaan alami kucing yang sering dianggap mengganggu, ternyata penting bagi kesehatannya. (Foto: Ilustrasi AI)

BERITAKEBUMEN.COM – Sejumlah kebiasaan kucing seperti mencakar sofa, memanjat lemari, hingga bersembunyi saat bertemu orang asing kerap dianggap mengganggu oleh pemiliknya.

Padahal, perilaku tersebut merupakan bagian dari insting alami yang dibutuhkan kucing untuk menjaga kesehatan fisik, mengelola stres, dan membangun kedekatan dengan manusia.

Bacaan Lainnya

Pemilik kucing sering kali berusaha menghentikan kebiasaan tersebut dengan memarahi atau melarang hewan peliharaannya.

Namun, memahami alasan di balik setiap perilaku menjadi langkah penting agar kebutuhan alami kucing tetap terpenuhi tanpa merusak perabotan atau membahayakan keselamatannya.

BACA JUGA: 9 Tanda Kucing Diam-Diam Menjaga Pemiliknya, Nomor 5 Bikin Merinding

Berikut lima kebiasaan alami kucing yang perlu dipahami pemiliknya.

1. Menggigit Lembut Saat Bermanja

Kucing terkadang memberikan gigitan kecil ketika sedang dielus atau bersantai bersama pemiliknya.

Perilaku yang dikenal sebagai love bite ini dapat menjadi bagian dari interaksi sosial dan bentuk kedekatan.

Gigitan lembut juga berkaitan dengan perilaku allogrooming, yakni aktivitas saling merawat di antara kucing.

Namun, pemilik tetap perlu memperhatikan bahasa tubuh hewan peliharaannya.

Jika tubuh kucing terlihat santai, gigitan tersebut bisa menjadi tanda kenyamanan. Sebaliknya, ekor yang bergerak menghentak dan tubuh yang menegang menunjukkan kucing mulai merasa tidak nyaman atau mendapat stimulasi berlebihan.

2. Suka Memanjat ke Tempat Tinggi

Kucing memiliki naluri untuk mencari tempat tinggi, seperti lemari, rak buku, atau bagian atas perabot rumah.

Kebiasaan ini membantu mereka mengamati lingkungan sekaligus mencari posisi yang terasa aman.

Insting tersebut tetap dimiliki kucing rumahan meskipun kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi.

Agar tidak membahayakan keselamatan dan merusak barang, pemilik bisa menyediakan cat tree atau rak khusus yang kokoh.

Dengan begitu, kucing tetap memiliki tempat untuk memanjat dan mengamati lingkungan sekitarnya.

BACA JUGA: Cara Memberi Air Minum Kucing yang Benar, Hindari 7 Kesalahan Ini demi Kesehatan Ginjal

3. Menggaruk Sofa dan Furnitur

Kebiasaan mencakar sofa, karpet, atau perabot rumah sering membuat pemilik kucing kesal. Padahal, menggaruk merupakan kebutuhan biologis yang memiliki beberapa fungsi.

Aktivitas ini membantu melepaskan lapisan luar kuku yang sudah mati, meregangkan otot, serta meninggalkan penanda wilayah melalui kelenjar aroma di telapak kaki.

Pemilik sebaiknya menyediakan scratching post atau papan garukan dari kardus bergelombang. Letakkan fasilitas tersebut di dekat lokasi yang sering menjadi sasaran cakaran.

Menghukum kucing atau melakukan tindakan ekstrem seperti pencabutan kuku bukan solusi yang tepat untuk mengatasi kebiasaan ini.

4. Membawakan Mainan kepada Pemilik

Kucing terkadang membawa mainan berbentuk tikus, bola, bahkan kaus kaki ke hadapan pemiliknya. Perilaku ini berkaitan dengan naluri berburu yang masih melekat pada kucing domestik.

Di alam liar, induk kucing membawa hasil buruan untuk anak-anaknya. Pada kucing rumahan, membawa benda tertentu dapat menjadi cara menyalurkan naluri berburu sekaligus mengajak pemilik berinteraksi.

Pemilik bisa merespons dengan mengajak kucing bermain selama beberapa menit. Aktivitas tersebut membantu memberikan stimulasi mental sekaligus mempererat hubungan dengan hewan peliharaan.

5. Bersembunyi Ketika Merasa Takut

Saat mendengar suara keras atau melihat orang asing, kucing sering mencari tempat persembunyian, seperti bawah tempat tidur atau belakang lemari.

BACA JUGA: Sering Dilakukan Pemilik, 14 Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Bikin Kucing Tidak Nyaman dan Stres

Perilaku ini merupakan mekanisme pertahanan diri untuk menghindari situasi yang dianggap mengancam. Bersembunyi juga membantu kucing mengendalikan jarak dan mengurangi rasa takut.

Pemilik sebaiknya tidak memaksa kucing keluar dari tempat persembunyiannya. Berikan waktu hingga mereka merasa aman dan berani kembali beraktivitas.

Meski demikian, kebiasaan bersembunyi yang berlangsung terus-menerus dalam waktu lama perlu diperhatikan, terutama jika disertai penurunan nafsu makan. Kondisi tersebut sebaiknya diperiksakan ke dokter hewan.

Memahami perilaku alami kucing menjadi bagian penting dalam merawat hewan peliharaan.

Pemilik tetap perlu membatasi aktivitas yang berisiko membahayakan, sekaligus menyediakan fasilitas yang memungkinkan kucing menyalurkan instingnya.

Pos terkait