Pelatih seni Abid, Khizamul Wafa, menegaskan bahwa pertunjukan ini sepenuhnya mengandalkan keterampilan, bukan kekuatan magis.
“Ini adalah kegiatan positif. Para pemain didampingi pelatih untuk menguasai teknik yang presisi. Tujuannya membentuk karakter pemuda Islam agar mencintai agama dan budayanya, sekaligus merawat tradisi khas Dusun Brangkal,” ujarnya.
Ragam Atraksi Api Pukau Penonton
Dalam pementasan tersebut, pemuda menampilkan berbagai variasi atraksi yang mengundang decak kagum. Di antaranya permainan tongkat api secara berkelompok dengan gerakan sinkron, atraksi melompati lingkaran api dari pelek sepeda, hingga duel menggunakan tongkat berapi dalam konsep “toya”.
Selain itu, terdapat juga atraksi “streng” atau lompat tali api, di mana pemain melompati tali panjang yang dibakar dan diputar oleh anggota lainnya.
BACA JUGA: Ribuan Warga Ikuti Salat Id di Simpanglima, Gubernur Jateng Soroti Persatuan dan Zakat
Acara dibuka oleh Camat Gombong, Angga Aulia Primanda, yang mengapresiasi pelestarian tradisi lokal melalui kegiatan positif bagi generasi muda.
Simbol Kebersamaan dan Identitas Lokal
Tradisi Abid rutin digelar setiap malam takbiran dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Dusun Brangkal. Di tengah perkembangan zaman, kegiatan ini tetap dipertahankan sebagai wujud kebersamaan sekaligus upaya melestarikan warisan leluhur.






