Tren Pernikahan Terus Berubah, HARPI Melati Kebumen Siapkan Strategi Hadapi Era Digital

HARPI Melati Kebumen
Parade tata rias pengantin memeriahkan pelantikan DPC HARPI Melati Kebumen periode 2026-2031 di Pendopo Kabumian, Selasa (3/11/2026).

KEBUMEN, Beritakebumen.com  – Perkembangan tren pernikahan dan teknologi digital membawa tantangan baru bagi profesi perias pengantin. Tidak cukup hanya menguasai teknik tata rias, para perias kini harus mampu beradaptasi dengan perubahan selera konsumen, memanfaatkan media digital, sekaligus mempertahankan kekayaan tradisi.

Tantangan tersebut menjadi perhatian Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Kabupaten Kebumen. Organisasi profesi ini berkomitmen mendorong peningkatan kompetensi anggotanya agar mampu bersaing di tengah perkembangan industri pernikahan tanpa kehilangan identitas budaya.

Bacaan Lainnya

Komitmen itu mengemuka dalam pelantikan pengurus DPC HARPI Melati Kabupaten Kebumen periode 2026–2031 di Pendopo Kabumian, Selasa (3/11/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Dengan Semangat Berbudaya Menuju HARPI Melati yang Maju, Siap Menjadi Perias Pengantin di Era Digital”.

Salah satu kekuatan adalah tata rias pengantin khas Kebumen, yakni Lawet Emas Rinonce. Kekhasan tersebut bukan sekadar karya seni tata rias, melainkan bagian dari identitas budaya daerah yang memiliki potensi untuk diperkenalkan kepada masyarakat lebih luas.

BACA JUGA: UNIMUGO Gelar Kick Off PMB 2027/2028, Ada Edufair hingga Konser Guyon Waton

Wakil Ketua DPD HARPI Melati Jawa Tengah, Ratna Hidayati, mengingatkan bahwa para perias harus mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.

Menurutnya, peningkatan kualitas, soliditas organisasi, dan kompetensi anggota menjadi modal penting untuk menghadapi perubahan industri tata rias. HARPI juga perlu mengembangkan program kerja inovatif serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas budaya, dan pelaku industri pernikahan.

Ia berharap kepengurusan baru mampu menjadikan organisasi sebagai ruang pengembangan profesionalisme sekaligus pelestarian tata rias tradisional.

Tradisi Lokal Berpeluang Jadi Daya Tarik Ekonomi

Pemerintah Kabupaten Kebumen juga mendorong agar profesi perias pengantin berkembang seiring pertumbuhan industri pernikahan dan ekonomi kreatif.

BACA JUGA: Pohon Kelapa 30 Meter Roboh Timpa Rumah Warga di Kebumen, Terjadi Saat Penghuni Tidur

Dalam sambutan Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Frans Haedar, disampaikan bahwa perkembangan industri tata rias perlu diimbangi inovasi dan peningkatan profesionalisme.

HARPI Melati diharapkan mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku industri pernikahan dan sektor ekonomi kreatif. Pengembangan tata rias khas Kebumen Lawet Emas Rinonce juga menjadi salah satu potensi yang perlu mendapat perhatian.

Dengan pengemasan dan promosi yang tepat, kekayaan tata rias tradisional dapat menjadi daya tarik tersendiri. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital membuka ruang lebih luas bagi para perias untuk memperkenalkan karya, membangun reputasi profesional, dan menjangkau calon pelanggan.

BACA JUGA: Proyek Rp2,28 Miliar, Pembetonan Jalan Kalirejo-Kenteng Kebumen Capai 80 Persen

Ketua DPC HARPI Melati Kebumen periode 2026–2031, Hj Siti Akromah SE, mengajak seluruh pengurus dan anggota bergandengan tangan memajukan organisasi.

Ia berharap dukungan, bimbingan, dan kerja sama aktif seluruh anggota dapat menjadi kekuatan untuk menjalankan program organisasi selama lima tahun ke depan.

Siti Akromah menggantikan Hj Sri Yuli Astuti Faqih yang kini menjadi penasihat organisasi. Pelantikan dilakukan Wakil Ketua DPD HARPI Melati Jawa Tengah, Ratna Hidayati, kemudian dilanjutkan pengukuhan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen Frans Haedar mewakili Bupati Kebumen.

Parade Tata Rias Tampilkan Lawet Emas Rinonce

Semangat mempertahankan tradisi sekaligus mengikuti perkembangan zaman terlihat dalam rangkaian acara pelantikan. Kegiatan tersebut dimeriahkan penampilan tari Gambyong, hiburan, serta parade tata rias pengantin.

Parade menampilkan berbagai kreasi tata rias, mulai dari gaya tradisional, modifikasi, hingga modern. Salah satu yang menjadi perhatian adalah tata rias khas Kebumen, Lawet Emas Rinonce.

BACA JUGAl: Paguyuban Jamjaneng Pejagoan Dikukuhkan, Libatkan Lebih dari 30 Grup Seni Tradisional

Peragaan tersebut menjadi kesempatan bagi para perias untuk menunjukkan keterampilan sekaligus memperkenalkan kekayaan tata rias daerah. Kehadiran kreasi modern juga memperlihatkan bahwa tradisi dapat terus dikembangkan tanpa harus kehilangan karakter aslinya.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Kebumen, Basikun Mualim atau dikenal dengan nama Ki Petruk Kabumian.

Kepengurusan HARPI Melati Kebumen 2026–2031

Kepengurusan baru DPC HARPI Melati Kabupaten Kebumen dipimpin Hj. Siti Akromah, SE, dengan susunan sebagai berikut:

Pelindung

Bupati Kebumen

Pembina Teknis

  • Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen
  • Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen

Penasihat

  • Hj. Sri Yuli Astuti Faqih

Ketua

  • Hj. Siti Akromah, SE

Wakil Ketua I

  • Sunartiningsih Tumpuk

Sekretaris

  • Sekretaris I: Sukro Tusmawati, S.I.P.
  • Sekretaris II: Nuri Prasetya

Bendahara

  • Bendahara I: Hj. Yasrifah
  • Bendahara II: Marsidah Samino

Bidang Organisasi

  • Siti Maryatun, SE
  • Riyati
  • Ngadiyah
  • Umiyati
  • Ismil Muhiroh
  • Mia Silvya Anggun
  • Galuh Sanaya Maharani, S.M.

Bidang Pendidikan dan Litbang

  • Retno Setyani, S.A.P.
  • Mas Nuryanto
  • Sri Rowagyati Cici
  • Nur Hidayati
  • Diyah Rahmayanti
  • Rohmatin
  • Dyah Ayu Las Setyowati
  • Sri Mahargiyantie, SE, MM

Bidang Sosial, Ekonomi dan Kesejahteraan

  • Hj. Maslikhatun Sunga’ib
  • Betty Khulasoh
  • Tri Kuati
  • Saryati
  • Sri Prihatiningsih
  • Komariyah
  • Retta Rosana Dewi

Bidang Lomba

  • Sulastri Gunawan
  • Nartiyah Jegreg
  • Hj. Tutik Purwati
  • Prihatin Nur Kholifah
  • Ambarsih
  • Waltini

Bidang Humas

  • Rilla Martini, S.Pd.
  • Nurwati
  • Siti Nurkhamimah Winda
  • Surasih
  • Rusyanti
  • Nur Chasanah

Dengan kepengurusan baru tersebut, HARPI Melati Kebumen diharapkan mampu memperkuat kapasitas perias pengantin, memperluas jejaring usaha, dan menjaga keberlanjutan warisan tata rias tradisional. Tantangannya bukan memilih antara tradisi dan modernitas, melainkan menjadikan keduanya sebagai kekuatan untuk mengembangkan profesi perias pengantin di era digital. ***

Pos terkait