Beritakebumen.com – Kebiasaan tidur kembali setelah menyantap hidangan sahur menjadi fenomena umum yang dilakukan banyak orang selama bulan Ramadan.
Namun, pakar kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi mengingatkan bahwa aktivitas ini memiliki dampak signifikan bagi metabolisme tubuh dan kualitas istirahat seseorang.
Dalam penjelasannya, dr. Tirta menekankan bahwa tidur segera setelah sahur dapat mengacaukan sistem metabolisme.
Kondisi tubuh yang seharusnya mulai memproses energi dari makanan justru dipaksa kembali ke fase istirahat, yang secara medis dianggap tidak ideal.
BACA JUGA: Jangan Sampai Salah! Ini Durasi Tidur Siang yang Dianjurkan saat Berpuasa
Gangguan Ritme Sirkadian
Salah satu poin utama yang disoroti adalah rusaknya siklus tidur atau ritme sirkadian. Menurut dr. Tirta, jeda waktu antara selesai sahur, salat Subuh, hingga waktu memulai aktivitas pagi sangatlah singkat.
“Jika tidur kembali setelah Subuh, sekitar pukul 04.30, kemungkinan besar seseorang akan bangun di jam yang tidak teratur, seperti jam 09.00 pagi. Ini membuat sistem tubuh terasa seperti ‘mati, hidup, lalu mati lagi’,” ujarnya dan ungahan Youtube @HealthyClippp.
Akibatnya, tubuh akan merasa tidak segar dan jadwal harian menjadi berantakan.
Rekomendasi Aktivitas Pasca-Sahur
Alih-alih langsung menarik selimut, masyarakat disarankan untuk melakukan aktivitas yang menjaga tubuh tetap terjaga.
Secara spiritual, mengisi waktu setelah sahur dengan berzikir atau membaca Al-Qur’an adalah pilihan terbaik.
Namun bagi mereka yang ingin menjaga kebugaran fisik, melakukan olahraga ringan atau bahkan pergi ke pusat kebugaran (gym) menjadi alternatif yang sehat.
BACA JUGA: Benarkah Tidur Setelah Sahur Bikin Gemuk? Simak Penjelasan dr Tirta dan Risikonya bagi Tubuh
Hal ini bertujuan agar tubuh tetap aktif dan proses pencernaan berjalan lebih optimal sebelum memulai rutinitas pekerjaan.
Menghindari tidur setelah sahur bukan hanya soal mengikuti anjuran tradisi, melainkan langkah nyata dalam menjaga kesehatan jangka panjang selama berpuasa.
Dengan tetap terjaga, metabolisme tubuh tetap terjaga, fokus mental meningkat, dan produktivitas selama bulan Ramadan dapat berjalan lebih maksimal tanpa rasa lemas yang berlebihan akibat siklus tidur yang kacau.






