BERITAKEBUMEN.COM – Kualitas udara di Kabupaten Kebumen terpantau berada pada kategori tidak sehat pada Jumat, 26 Juni 2026 pagi.
Berdasarkan pemantauan situs IQAir, kondisi tersebut dipicu oleh tingginya konsentrasi partikel halus PM2.5 yang berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif.
Data IQAir pada pukul 09.34 WIB menunjukkan Air Quality Index (AQI) di Kebumen mencapai 138, yang termasuk dalam kategori tidak sehat.
Sementara itu, konsentrasi polutan PM2.5 tercatat sebesar 50,7 mikrogram per meter kubik.
BACA JUGA: Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo
Pada tingkat tersebut, kualitas udara dapat memberikan dampak kesehatan bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan.
Selain itu, paparan polusi juga berpotensi memengaruhi hewan yang sensitif, merusak tanaman, dan menurunkan kualitas lingkungan.
Seiring kondisi tersebut, IQAir mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama olahraga atau kegiatan yang membutuhkan aktivitas fisik berat.
Apabila harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker sangat disarankan guna mengurangi paparan polusi udara.
Warga juga dianjurkan menutup jendela rumah agar udara kotor dari luar tidak masuk ke dalam ruangan.
BACA JUGA: Krisis Air Bersih, Polres Kebumen Pasok 10.000 Liter Air ke Desa Karangpoh
Bagi yang memiliki alat penyaring udara atau air purifier, penggunaannya dapat membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah tetap lebih bersih.
Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi lingkungan.
Langkah pencegahan sederhana, seperti mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker, dapat membantu meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat polusi udara.






