AMBAL, Beritakebumen.com – Inovasi pemanfaatan pohon pepaya dilakukan Al Basith Farm di Desa Sidomukti, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen.
Seluruh bagian pohon pepaya, mulai dari batang, daun, hingga buah, diolah menjadi pakan kambing dan domba berkualitas sebagai solusi untuk mengurangi biaya pakan sekaligus menjaga kesehatan ternak.
Pengelola Al Basith Farm, Abah Astajib, memanfaatkan pohon pepaya yang sudah tidak produktif sebagai bahan baku pakan ternak.
Batang dan daun pepaya dicacah menggunakan mesin penggiling sebelum diberikan kepada kambing dan domba.
BACA JUGA: Panen Melimpah! BUMDes Gemeksekti Sulap Greenhouse Jadi Destinasi Wisata Petik Melon
Pakan berbahan pepaya tersebut mengandung senyawa alami seperti tanin, saponin, alkaloid karpain, serta enzim papain.
Kandungan tersebut dipercaya membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan berfungsi sebagai obat cacing alami bagi ternak.
Untuk memastikan ketersediaan pakan sepanjang tahun, terutama saat musim kemarau ketika hijauan sulit diperoleh, hasil cacahan batang dan daun pepaya difermentasi.
Pakan fermentasi itu kemudian disimpan sebagai cadangan sehingga dapat dimanfaatkan kapan saja.
Selain mengolah pakan, Abah Astajib juga mengembangkan teknik pencangkokan pohon pepaya. Metode yang masih jarang diterapkan ini memungkinkan tanaman tumbuh dan berbuah lebih cepat.
Dari semula hanya memiliki dua pohon pepaya, kini Al Basith Farm telah membudidayakan sekitar 20 pohon hasil perbanyakan sendiri.
BACA JUGA: Ternyata Bawang Merah Bisa Tumbuh Subur di Pegunungan Kebumen, Hasilnya Menjanjikan
Buah pepaya yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pakan tambahan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak.
Pemanfaatan pohon pepaya sebagai pakan ternak di Al Basith Farm menjadi contoh inovasi peternakan yang ramah lingkungan dan ekonomis.
Selain mengurangi limbah tanaman, metode ini mampu menekan biaya pakan hingga nol rupiah tanpa mengurangi kualitas kesehatan kambing dan domba.






