Menurutnya, perayaan Waisak yang rutin digelar setiap tahun memberikan dampak nyata terhadap tingkat kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi lokal.
“Dampak untuk perekonomian di kawasan Borobudur tentu sangat signifikan. Penginapan dan homestay penuh, begitu juga UMKM masyarakat sekitar yang merasakan manfaat langsung,” ujarnya.
BACA JUGA: Google Tahu Segalanya tentang Kamu! Ini Cara Cek dan Hentikan Pelacakan Data Pribadi
Sumarno berharap momentum Waisak dapat menjadi pemicu meningkatnya kunjungan wisata ke Borobudur di masa mendatang. Ia menilai para umat Buddha yang datang dari berbagai daerah bahkan luar negeri berpotensi menjadi duta promosi destinasi wisata Borobudur.
“Mudah-mudahan ini menjadi trigger bagi saudara atau teman-teman mereka untuk datang ke Borobudur,” katanya.

Waisak Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Hartati Murdaya, mengatakan perayaan Waisak telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar kawasan Borobudur.
BACA JUGA: Pedagang Melinjo di Kebumen Dirampok, Uang Tunai Rp233 Juta Dibawa Kabur
Menurutnya, jumlah homestay milik warga terus bertambah seiring meningkatnya kunjungan umat Buddha setiap tahun. Bahkan kapasitas penginapan warga kerap tidak mampu menampung seluruh tamu yang datang saat perayaan berlangsung.
“Banyak pembangunan hotel baru dan hampir semuanya penuh saat peringatan Waisak Nasional. Ini merupakan wujud nyata manfaat kegiatan keagamaan bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Hartati.
Selain perayaan puncak, rangkaian kegiatan Waisak 2570 juga diisi berbagai kegiatan sosial dan spiritual. Di antaranya layanan pengobatan gratis bagi lebih dari 7.000 pasien, prosesi pengambilan air suci dari Umbul Jumprit di Kabupaten Temanggung, serta pengambilan api abadi dari Mrapen, Kabupaten Grobogan.
Pada malam puncak perayaan, umat Buddha mengikuti Dharma Santi Waisak sebelum bersama-sama menerbangkan 2.570 lentera sebagai simbol peringatan Tri Suci Waisak 2570 Buddhis.
Gibran: Waisak Perkuat Persatuan dan Toleransi
Dalam sambutannya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa perayaan Waisak di Borobudur menjadi simbol kuat keberagaman dan kerukunan yang tumbuh di Indonesia.
Menurutnya, Indonesia sebagai bangsa yang besar membutuhkan persatuan dan perdamaian sebagai modal utama dalam melanjutkan pembangunan nasional.
“Perayaan Waisak di Borobudur menjadi simbol kuat bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang menjunjung tinggi perdamaian, menghargai keberagaman, dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan,” kata Gibran.
BACA JUGA: Polisi Amankan Puluhan Kendaraan Balap Liar di Jalan Cincin Kota Kebumen, Mayoritas Masih Pelajar
Ia juga mengajak umat Buddha di Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian serta memperkuat semangat toleransi antarumat beragama.
“Saya mengajak seluruh umat Buddha untuk terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat toleransi, dan berkontribusi aktif menjaga persaudaraan lintas agama,” ujarnya. ***






