6.000 Pelari Ramaikan Purwokerto Half Marathon 2026, Cheering Warga Pecahkan Rekor MURI

Purwokerto Half Marathon 2026
6.000 pelari meramaikan Purwokerto Half Marathon (PHM) 2026. Sumber: Humas Jateng

Ia menilai tren lari kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah di Jawa Tengah didorong menggelar kegiatan serupa guna memperkuat sektor wisata olahraga sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Kalau perlu seluruh kota bikin seperti ini. Saya yakin akan mendunia untuk Provinsi Jawa Tengah. Tourism-nya dapat, UMKM-nya dapat, juga sehat dan bahagianya dapat,” katanya.

Berita Lainnya

BACA JUGA: Kisah Perjalanan Hidup Surya Saputra: Sempat Makan Nasi Garam hingga Bangkit Bersama Keluarga

Menurut Luthfi, pengembangan sport tourism dapat diintegrasikan dengan program desa wisata yang saat ini terus diperluas di Jawa Tengah. Ia menyebut terdapat sekitar seribu desa wisata di 35 kabupaten/kota yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi wisata olahraga, budaya, kuliner, hingga wisata ramah muslim.

2.000 Peserta Ikuti Kategori Half Marathon

Purwokerto Half Marathon 2026 sendiri diikuti 6.000 peserta dengan rincian 2.000 pelari kategori half marathon (21K), 1.750 peserta kategori 10K, 2.000 pelari kategori 5K, dan 250 peserta 3K fun run. Selain Ahmad Luthfi, Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno juga ikut ambil bagian pada kategori half marathon.

Sebelum lomba dimulai, Ahmad Luthfi bersama sejumlah pejabat melepas peserta dan mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap penyelenggaraan acara.

“Terima kasih kepada BRI, BI, Bupati Banyumas, serta seluruh warga yang telah hadir merangkai kegiatan half marathon,” kata Ahmad Luthfi saat flag off.

BACA JUGA: Jadwal Bioskop Kebumen Hari Ini Minggu 17 Mei 2026: Cek Film dan Harga Tiket

Kemeriahan cheering di sepanjang lintasan mendapat apresiasi dari peserta. Maliq, pelari kategori 5K asal Surabaya, menilai penyelenggaraan tahun ini lebih semarak dibanding gelaran sebelumnya.

“Pernah ikut PWT HM yang pertama. Tahun ini lebih seru. Cheering-nya bikin semangat,” ujarnya.

Maliq tampil mencuri perhatian dengan kostum unik bertema “maling”. Ia mengaku konsep tersebut terinspirasi dari mimpi dan disampaikan sebagai hiburan.

“Jadi maling untuk mencuri hati pacar. Cuma maling TV, bukan korupsi,” katanya sambil berkelakar.

BACA JUGA: Pulang Jadi TKI, Pria Kebumen Sukses Bertani Cabai dan Kacang Panjang

Kesan positif juga disampaikan peserta asal Purwokerto, Sasi dan Vania. Mereka menilai penyelenggaraan tahun ini lebih tertata dan menghadirkan pengalaman lomba yang menyenangkan.

“Sebelumnya sudah pernah ikut, kali ini lebih seru. Semuanya teratur dengan baik. Tahun 2027 bakal ikut lagi, soalnya asyik banget,” ujar keduanya.

Berita terkait