Peserta asal Yogyakarta, Sulendro, turut memuji fasilitas dan sterilisasi jalur lomba. Pelari kategori 5K itu berhasil finis dengan catatan waktu 19 menit 33 detik.
“Pesertanya sangat meriah, ramai, dan fasilitas terutama water station bagus. Lalu lintas steril, jadi pelari tinggal lari dan enjoy,” katanya.
BACA JUGA: Hasil Drawing Liga 4: Persak Kebumen Tergabung Bersama Tim Papua dan Tuan Rumah Persepam
Hal senada diungkapkan Rahadi, peserta half marathon asal Yogyakarta, yang menyebut atmosfer cheering di Purwokerto menjadi salah satu yang paling meriah dibanding event lari lain di Pulau Jawa.
“Ini ikut kedua kalinya. Event lain di Pulau Jawa juga ikut. Cheering-nya bagus banget, bikin semangat. Dibanding race yang lain, cheering-nya heboh banget,” ujarnya.
Antusiasme Dukungan Warga di Sepanjang Lintasan
Antusiasme warga Banyumas juga terlihat dari dukungan masyarakat di sepanjang lintasan. Eko, pelari kategori 10K asal Baturraden, menilai tingginya partisipasi masyarakat memberi dampak positif bagi suasana lomba maupun perekonomian daerah.
“Dari pengamanan juga luar biasa, jalur steril. Harapannya UMKM lebih maju lagi dan lebih ramai,” katanya.
BACA JUGA: Kalahkan UNSIQ Wonosobo, UPB Kebumen Juara 1 Turnamen Voli Antar Perguruan Tinggi se-Kedu
Dokter sekaligus pegiat olahraga, Tirta Mandira Hudhi, turut mengapresiasi pelaksanaan Purwokerto Half Marathon 2026.
“PWT HM alhamdulillah keren, seru. Cheering-nya joss,” ujarnya.
Selain menjadi ajang olahraga, Purwokerto Half Marathon 2026 juga memberi dampak ekonomi bagi sektor perhotelan, kuliner, pariwisata, dan UMKM di Banyumas. Bahkan, dukungan warga di sepanjang lintasan turut mencatatkan pemecahan rekor MURI untuk jumlah cheering terbanyak.
“Ada pemecahan rekor MURI juga untuk jumlah cheering. Tapi yang pasti, saya menikmati dan finish lebih bagus daripada di Solo kemarin,” kata Ahmad Luthfi sambil tersenyum. ***






