Tak Kenal Musim, Kelengkeng New Kristal Jadi Primadona Baru dari Desa Pejengkolan

Desa Pejengkolan, Padureso, kini menjadi sentra baru kelengkeng new kristal di Kebumen. (Foto: Kebumen News TV)

PADURESO, Beritakebumen.com – Desa Pejengkolan di Kecamatan Padureso kini mulai memantapkan posisinya sebagai sentra hortikultura baru di Kabupaten Kebumen.

Keberhasilan ini ditandai dengan panen raya kelengkeng varietas New Kristal, beberapa waktu lalu. Hal ini membuktikan kegigihan para petani lokal dalam mengelola komoditas buah unggulan.

Berita Lainnya

Perjalanan Desa Pejengkolan menuju kesuksesan ini bermula dari bantuan 1.100 bibit pohon yang diberikan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Padureso.

Triono, salah satu petani penggerak, menceritakan bahwa sekitar 800 pohon ditanam di lahan warga.

BACA JUGA: Tembus Jutaan Rupiah per Kilo, Budidaya Vanili Jadi Pilihan Cerdas Petani Kebapangan

Namun, jalan menuju panen tidaklah mulus. Selama bertahun-tahun, pohon-pohon tersebut gagal berbuah karena keterbatasan pengalaman teknis para petani.

Menghadapi tantangan tersebut, Triono dan rekan-rekannya memilih untuk tidak menyerah. Mereka proaktif melakukan studi banding ke Desa Lembu Purwo dan melakukan berbagai eksperimen mandiri.

Triono menekankan bahwa budidaya kelengkeng ini sangat membutuhkan keberanian dan pengalaman teknis.

Selain tenaga, modal finansial juga dialokasikan secara efektif untuk penyediaan obat booster tanaman, pembungkus buah atau blongsong, hingga upah tenaga kerja.

Berkat kedisiplinan tersebut, mereka berhasil menemukan formula tepat. Proses sejak pemberian rangsangan hingga buah siap dipetik memakan waktu sekitar delapan bulan.

Salah satu daya tarik utama kelengkeng New Kristal adalah sifatnya yang tidak mengenal musim. Selama pasokan air tercukupi dan proses pemupukan dilakukan secara disiplin dalam tiga tahapan, petani dapat mengatur sendiri jadwal panen sesuai keinginan.

Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah yang sangat menguntungkan bagi produktivitas lahan.

Saat ini, kelengkeng berkualitas dari Pejengkolan telah merambah pasar dengan harga jual Rp40.000 per kilogram.

BACA JUGA: Mandiri Ekonomi, Desa Serut Kembangkan Budidaya Pepaya California Ribuan Pohon

Nilai ekonomis yang tinggi ini diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan petani di Kecamatan Padureso secara signifikan.

Triono optimis bahwa ke depannya produksi buah akan semakin melimpah. Ambisi besarnya adalah menjadikan Desa Pejengkolan sebagai ikon buah kelengkeng di Kabupaten Kebumen.

Selain itu juga untuk menginspirasi desa lain untuk mengoptimalkan potensi lahan mereka dengan komoditas yang bernilai jual tinggi.

Berita terkait