Kue Kering Lebaran di Kebumen, Harga Terjangkau dan Berkualitas Mulai Rp35 Ribu

Jelang Lebaran, omzet kue kering Kebumen melejit. UMKM lokal yang raup cuan dari 15 varian kue kering dengan harga mulai Rp35.000. (Foto: Istimewa)

PETANAHAN, Beritakebumen.com – Aroma harum mentega dan vanila mulai menyeruak dari dapur para pelaku UMKM di Kabupaten Kebumen seiring mendekatnya hari raya Idulfitri.

Di tengah meningkatnya permintaan kudapan lebaran, Marlina, seorang perajin kue asal Desa Munggu, Kecamatan Petanahan, menjadi salah satu sosok yang memanen berkah tahunan ini melalui labelnya, Kue Kering Alin.

Marlina memulai perjalanannya puluhan tahun silam saat harga bahan baku masih sangat murah. Awalnya, ia hanya fokus pada kue tradisional seperti bolu.

BACA JUGA: Camilan W’NACK Asal Kebumen Tembus Pasar Mancanegara, Berawal dari Hobi Mie Lidi

Namun, naluri bisnisnya bergerak cepat ketika melihat tren kue kering mulai menjamur di luar daerah. Ia pun memutuskan untuk beralih haluan, sebuah langkah berani yang terbukti sukses hingga hari ini.

“Waktu itu saya lihat teman-teman di luar kota mulai ramai buat kue kering. Saya tertarik mencoba karena di sini saat itu belum ada yang memulai,” kenang Marlina.

Demi menjaga kualitas, Marlina rajin mengikuti berbagai pelatihan UMKM. Kini, ia sukses memproduksi 15 varian kue kering yang lezat.

Dibantu oleh anggota keluarga, setiap sesi produksi mampu mengolah minimal 2 kilogram bahan baku menjadi deretan toples cantik yang siap dipasarkan.

BACA JUGA: Eks PMI di Kebumen Sukses Raup Cuan Lewat Bisnis Kue Kering, Tembus Pasar Jepang

Soal harga, Marlina tetap mengedepankan prinsip ekonomis agar terjangkau oleh semua kalangan. Satu toples produknya dibanderol mulai dari Rp35.000 hingga Rp50.000, tergantung tingkat kesulitan pembuatannya.

Keuletan Marlina membuktikan bahwa kemampuan beradaptasi dengan tren adalah kunci utama bagi UMKM untuk tetap eksis dan kompetitif di pasar lokal.

Berita terkait