KARANGANYAR, Beritakebumen.com – Masyarakat Kelurahan Plarangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, mendesak pemerintah agar segera memperbaiki Jembatan Kalongbali.
Infrastruktur vital ini terputus total diterjang banjir besar pada November 2024 lalu dan hingga kini belum bisa dilintasi.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jembatan yang memprihatinkan. Fondasi bangunan tampak ambrol dan sebagian materialnya masih tertimbun di dasar Sungai Karanganyar.
BACA JUGA: Jembatan Kali Ketek Ambles, Arus Lalu Lintas Jalur Nasional III Kebumen Tersendat
Rasino (50), warga setempat, menceritakan bahwa luapan air saat kejadian sangat dahsyat hingga mencapai pemukiman warga sejauh 200 meter.
“Kami berharap jembatan ini secepatnya dibangun kembali,” ujar Rasino.
Dampak putusnya akses ini sangat dirasakan oleh warga. Sukardi (67), warga Dusun Kalongbali, mengeluhkan harus memutar arah sejauh satu kilometer melalui jembatan di sisi utara untuk mengantar anak sekolah atau pergi ke sawah.
Aktivitas ekonomi dan mobilitas antar-desa pun menjadi terhambat karena warga kehilangan akses tercepat menuju jalan raya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kebumen, Udy Cahyono, menyatakan bahwa Jembatan Kalongbali masuk dalam prioritas perbaikan tahun ini.
Jembatan tersebut menjadi satu dari lima titik infrastruktur yang diusulkan mendapatkan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi dari BNPB.
BACA JUGA: Kepala BNPB Resmikan Jembatan Weton Kulon, Pulihkan Akses Warga Puring-Buayan
“Saat ini kami sedang menyusun dokumen dan Rencana Anggaran Belanja (RAB) untuk usulan tersebut,” jelas Udy.
Selain Kalongbali, empat jembatan lain yang diusulkan meliputi Jembatan Cacaban, Sirnoboyo, Endosari, dan Peniron.
Pemerintah kabupaten berkomitmen untuk memulihkan kembali akses transportasi warga yang terdampak bencana tersebut secara bertahap.






