JAKARTA, Beritakebumen.com – Belakangan ini, masyarakat, termasuk di Kebumen mengeluhkan kondisi udara yang terasa sangat gerah atau sumuk.
Fenomena ini terasa unik karena hawa panas tetap menyengat meski langit terkadang tampak berawan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun angkat bicara untuk menjelaskan kondisi atmosfer yang sedang terjadi.
BACA JUGA: BMKG: Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Lebih Kering
Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, mengungkapkan bahwa fenomena ini dipicu oleh kondisi langit yang cenderung cerah setelah periode hujan lebat.
Minimnya tutupan awan tebal membuat radiasi sinar matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa penghalang.
Akibatnya, intensitas cahaya yang mengenai daratan menjadi jauh lebih terik dan meningkatkan suhu udara secara signifikan.
Selain itu, gerak semu matahari yang bergeser ke arah utara khatulistiwa membuat paparan sinar di wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan menjadi lebih tegak lurus. Kondisi ini diperberat oleh tingginya uap air di atmosfer.






