BERITAKEBUMEN.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Jawa Tengah akan mulai didominasi oleh curah hujan kategori rendah pada awal Mei 2026.
Meski demikian, beberapa wilayah di pesisir selatan termasuk Kebumen masih menyimpan potensi hujan dengan intensitas menengah.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa tren penurunan curah hujan ini terlihat dari hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH).
Hingga akhir April, sebagian besar wilayah memang masih diguyur hujan, namun durasi kering di beberapa titik mulai meningkat.
Prediksi Cuaca Kebumen dan Wilayah Tetangga
Berdasarkan analisis dasarian (periode 10 hari), berikut adalah rincian prediksi cuaca untuk wilayah Jawa Tengah:
Peluang Hujan Rendah. Terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Tengah dengan probabilitas di atas 60 persen (intensitas 0-50 mm per dasarian).
BACA JUGA: Kenapa Cuaca Terasa Gerah Menyengat Akhir-Akhir Ini? Begini Penjelasan BMKG
Peluang Hujan Menengah. Masih berpotensi mengguyur Kebumen, Cilacap, Banyumas, dan Purworejo dengan peluang mencapai 60-80 persen.
Kondisi Ekstrem. BMKG menyatakan tidak ada indikasi curah hujan kategori tinggi maupun sangat tinggi untuk periode awal Mei ini.
Imbauan untuk Masyarakat
Teguh menambahkan bahwa kondisi cuaca dengan intensitas rendah hingga menengah ini diperkirakan akan konsisten bertahan hingga awal Juni 2026.
Perubahan pola cuaca ini menandakan masa transisi yang perlu disikapi dengan bijak oleh para petani dan warga di wilayah Kebumen.
Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap dinamika cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu.
BMKG menyarankan warga untuk selalu memantau informasi prakiraan cuaca secara berkala guna mengantisipasi dampak lingkungan, seperti ketersediaan air bersih maupun persiapan masa tanam.






