KEBUMEN, Beritakebumen.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kebumen, Banjarnegara, dan Purbalingga menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) IX secara bersama di Hotel Candisari, Karanganyar, Kebumen, Sabtu (2/5/2026). Forum ini membahas evaluasi kepengurusan sekaligus menyusun formasi kepemimpinan baru melalui mekanisme tim formatur.
Muscab dibuka oleh Wakil Ketua DPW PPP Jawa Tengah, H Yusuf Cahyono. Dalam forum tersebut, peserta tidak langsung memilih ketua, melainkan membentuk tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan periode berikutnya serta mengusulkan calon ketua kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Tim formatur terdiri dari unsur perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC), DPC, DPW, dan DPP. Dari hasil forum, nama Wahid Mulyadi diusulkan sebagai Ketua DPC PPP Kebumen. Sementara itu, PPP Banjarnegara mengusulkan Indarto SE, dan PPP Purbalingga mengusulkan In’am Birohmatilah sebagai calon ketua. Keduanya sebelumnya menjabat sebagai sekretaris.
BACA JUGA: Simulasi Hadapi Unjuk Rasa Anarkis, Polres Kebumen Gelar Sispam Kota di Jalan Merdeka
Yusuf Cahyono menjelaskan bahwa pelaksanaan Muscab secara bersama bertujuan mempercepat proses konsolidasi partai di tingkat daerah.
“Kita perlu percepatan konsolidasi karena ada sejumla tahapan penting, termasuk verifikasi faktual untuk menghadapi Pemilu 2029,” ujarnya seraya berharap pengurus baru dapat menjaga soliditas dan menjalankan konsolidasi secara berjenjang,” kata Yusuf.
Tantangan ke Depan
Ketua DPC PPP Kebumen, Wahid Mulyadi, menyatakan bahwa Muscab menjadi momentum evaluasi menyeluruh atas kinerja kepengurusan selama lima tahun terakhir.
Ia mengakui adanya penurunan suara pada Pemilu 2024. PPP Kebumen memperoleh sekitar 52.000 suara, turun dari sebelumnya sekitar 54.000 suara, meski jumlah kursi di legislatif tetap.
“Saya membuka kesempatan bagi kader lain untuk maju. Namun, hasil formatur kembali mengusulkan saya sebagai ketua, meski masih menunggu keputusan DPP,” ujarnya.
BACA JUGA: 1.736 Calon Jemaah Haji Kebumen Berangkat Mulai 5 Mei 2026, Ini Jadwal Pemberangkatannya
Wahid menilai tantangan ke depan semakin kompleks, terutama karena PPP tidak lolos ambang batas parlemen pada Pemilu 2024. Kondisi tersebut membuat partai harus menjalani verifikasi faktual layaknya partai baru.
Ia menambahkan, setelah penetapan kepengurusan melalui surat keputusan (SK), pihaknya akan melanjutkan konsolidasi hingga tingkat PAC sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
“Meski tantangan berat, kami optimistis PPP tetap bisa lolos dan berkompetisi pada Pemilu 2029,” tegasnya.
Muscab bersama ini diharapkan memperkuat konsolidasi internal PPP sekaligus mempersiapkan langkah strategis menghadapi verifikasi partai dan kontestasi Pemilu 2029. ***






