BERITAKEBUMEN.COM – Pertengkaran rumah tangga di masa awal pernikahan ternyata memiliki penjelasan ilmiah.
Pakar neuroparenting Dr. Aisyah Dahlan mengungkap bahwa akar konflik suami istri bersumber dari perbedaan anatomi dan fungsi otak pria dan wanita yang dirancang untuk saling melengkapi.
Dalam tayangan kanal YouTube Bincang Bumil, Dr. Aisyah menjelaskan bahwa masa-masa menanti atau memiliki anak pertama sering menjadi puncak perbedaan pendapat.
Banyak pasangan terkejut dengan sifat asli masing-masing setelah tinggal bersama 24 jam penuh.
“Kita menikah dengan orang yang berbeda. Perbedaan itu ada agar kita bisa saling melengkapi,” ujar Dr. Aisyah.
Ia mengibaratkan pasangan seperti dua pulau terpisah yang bisa dihubungkan dengan jembatan bernama ilmu pengetahuan.
BACA JUGA: Tetap Berbelanja meski Ekonomi Tertekan, Fenomena Lipstick Effect Kian Marak di Kalangan Gen Z
Salah satu pemicu ribut paling klasik adalah saat istri curhat. Wanita berbicara untuk menyalurkan emosi, sementara pria secara fitrah bertindak sebagai pelindung yang langsung mencari solusi.
Dr. Aisyah menyarankan istri untuk menyampaikan tujuan bicara di awal agar suami lebih rileks.
Fakta menarik lainnya, saat tidur malam, 70 persen listrik otak pria mati dan hanya 30 persen menyala. Berbeda dengan wanita yang 90 persen otaknya tetap aktif agar peka terhadap bayi.
Pengetahuan ini membantu istri untuk lebih memahami dan tidak membuang energi pada kekesalan.
Pernikahan bahagia terbentuk dari komitmen saling memahami keterbatasan pasangan.
Menyadari bahwa perbedaan adalah mitra untuk saling menyempurnakan menjadi kunci utama hubungan yang harmonis.






