Umbi Kimpul Mulai Dilirik sebagai Pengganti Nasi, Ini Kandungan Gizi dan Cara Mengolahnya

Umbi kimpul, sumber karbohidrat alternatif yang kaya gizi dan bebas gluten. (Foto: Ilustrasi AI)

BERITAKEBUMEN.COM – Umbi kimpul mulai mendapat perhatian sebagai salah satu pangan lokal yang dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat pengganti nasi.

Tanaman dengan nama latin Xanthosoma sagittifolium ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup beragam dan berpotensi mendukung pola makan sehat, termasuk bagi masyarakat yang memperhatikan asupan serat dan menjalani program diet.

Kaya Nutrisi dan Rendah Lemak

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, setiap 100 gram umbi kimpul mengandung sejumlah zat gizi, seperti karbohidrat, pati, protein, serat, lemak, dan air.

Salah satu keunggulannya terletak pada kandungan lemak yang rendah serta serat pangan yang cukup tinggi.

BACA JUGA: Bukan Cuma Air Putih, 4 Minuman Ini Disebut Bisa Bantu Redakan Asam Lambung

Kandungan pati dan serat tersebut membuat proses pencernaan berlangsung lebih lama. Kondisi ini dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga asupan makanan dapat lebih terkontrol.

Serat dalam kimpul juga berperan dalam mendukung kelancaran buang air besar. Asupan serat yang cukup turut membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.

Berpotensi Mendukung Ketahanan Pangan

Kimpul memiliki kemampuan beradaptasi pada berbagai kondisi tanah. Karakteristik tersebut membuat tanaman ini berpotensi dikembangkan sebagai salah satu komoditas pangan lokal untuk mendukung diversifikasi dan ketahanan pangan.

Pemanfaatannya juga dapat dikembangkan mengikuti kebutuhan pangan modern.

Selain dikonsumsi dalam bentuk olahan tradisional, kimpul dapat diolah menjadi tepung, cookies, mi, nugget, hingga berbagai jenis kue bebas gluten atau gluten-free.

Perlu Diolah dengan Tepat

Konsumsi umbi kimpul perlu memperhatikan proses pengolahannya. Umbi ini secara alami mengandung kalsium oksalat yang dapat menimbulkan rasa gatal pada lidah apabila tidak diolah dengan benar.

Untuk mengurangi risiko tersebut, kimpul perlu dikupas hingga bersih dan direndam menggunakan air garam. Selanjutnya, umbi harus direbus atau dikukus sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.

BACA JUGA: Rutin Minum Kopi Bisa Turunkan Risiko Penyakit Liver? Ini Hasil Penelitian Terbaru

Bagi masyarakat yang ingin menjadikan kimpul sebagai bagian dari pola makan sehari-hari, konsultasi dengan ahli gizi dapat dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan nutrisi masing-masing.

Umbi kimpul memiliki potensi sebagai salah satu alternatif sumber karbohidrat berbasis pangan lokal.

Kandungan serat, nutrisi yang beragam, serta kemampuannya diolah menjadi berbagai produk pangan membuat kimpul menarik untuk dikembangkan.

Dengan pengolahan yang tepat, umbi ini dapat menjadi pilihan dalam mendukung diversifikasi pangan dan pola konsumsi yang lebih beragam.

Berita terkait