BERITAKEBUMEN.COM – Telur bebek dikenal memiliki rasa gurih, tekstur padat, dan kandungan nutrisi yang cukup tinggi.
Di balik manfaat protein dan kalsiumnya, konsumsi telur bebek tetap perlu dibatasi karena kandungan kolesterol pada kuning telur lebih tinggi dibandingkan telur ayam.
Spesialis Gizi Klinik, dr. Samuel Oetoro, Sp.GK., menjelaskan telur bebek memiliki ukuran lebih besar sehingga kandungan proteinnya juga relatif tinggi.
Protein tersebut berperan dalam pembentukan jaringan otot dan regenerasi sel tubuh.
BACA JUGA: Umbi Kimpul Mulai Dilirik sebagai Pengganti Nasi, Ini Kandungan Gizi dan Cara Mengolahnya
Namun, kuning telur bebek mengandung sekitar 230 miligram kolesterol per butir.
Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan telur ayam yang berada di kisaran 160 miligram.
Batas asupan kolesterol harian orang sehat disebut sekitar 300 miligram, sedangkan penderita gangguan kolesterol atau penyakit jantung dibatasi hingga 200 miligram.
Risiko bertambah ketika telur bebek diolah menjadi telur asin.
Kandungan natriumnya dapat meningkat dari sekitar 140 miligram menjadi 540 miligram per 100 gram. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
Dr. Samuel juga menyebut konsumsi kuning telur bebek mentah bersama madu tidak terbukti secara langsung meningkatkan gairah seksual.
Energi yang terasa setelah mengonsumsinya berasal dari kalori lemak dan gula.
BACA JUGA: Bukan Cuma Air Putih, 4 Minuman Ini Disebut Bisa Bantu Redakan Asam Lambung
Untuk pilihan pengolahan, telur bebek sebaiknya direbus tanpa tambahan garam berlebihan.
Penderita kolesterol tinggi disarankan membatasi kuning telur dan lebih memilih putih telur.
Frekuensi konsumsi juga perlu dikendalikan agar manfaat nutrisi tetap diperoleh tanpa meningkatkan risiko kesehatan.






