BERITAKEBUMEN.COM – Kebiasaan membungkus daging kurban dengan kantong plastik hitam saat Iduladha rupanya menyimpan ancaman kesehatan yang serius.
Daging segar yang bersentuhan langsung dengan plastik jenis ini rawan terkontaminasi zat kimia berbahaya pemicu penyakit kronis.
Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI), Prof. Agustino Zulys, mengungkapkan bahwa kantong plastik hitam di pasaran merupakan hasil daur ulang limbah elektronik.
Limbah dari casing televisi, komputer, hingga kabel tersebut dilelehkan kembali untuk beralih fungsi menjadi pembungkus makanan.
“Yang dulu menjadi pembungkus alat listrik, kini beralih fungsi menjadi pembungkus daging kurban,” ujar Prof. Zulys dalam edukasi sains #BehindTheScience.
Penelitian terhadap 600 sampel plastik hitam menunjukkan adanya kandungan zat anti-api dan logam berat berbahaya.
BACA JUGA: Benarkah Kopi Bahaya untuk Jantung? Ini Penjelasan Dokter Tirta
Unsur-unsur seperti timbal, kadmium, merkuri, kromium, hingga antimon terdeteksi di dalamnya.
Produsen juga menambahkan pewarna carbon black pekat untuk menyembunyikan tanda kontaminasi material asal.
Zat kimia ini mudah bermigrasi ke daging kurban, terutama jika terpapar panas.
Jika masuk ke tubuh manusia secara terus-menerus, dampaknya fatal, mulai dari kerusakan saraf dan ginjal, gangguan hormon, hingga memicu kanker.
Masyarakat diimbau beralih ke pembungkus alami yang aman seperti daun pisang atau daun jati.
Penggunaan besek bambu dan wadah plastik berlabel food grade juga sangat direkomendasikan demi menjaga kesehatan sesama.






