SRUWENG, Beritakebumen.com – Seorang bocah laki-laki berusia sekitar 10 tahun meninggal dunia setelah tenggelam di Objek Wisata Kolam Renang Watugede, Desa Penusupan, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, Jumat (16/1/2026).
Korban bernama Jundullah Sabiluna Habibi, pelajar kelas IV SD, warga Kelurahan Panjatan, Kecamatan Karanganyar, Kebumen.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.25 WIB. Saat kejadian, korban masuk ke kolam dengan kedalaman sekitar 1,8 meter tanpa pengawasan orang tua.
BACA JUGA: Pelajar SMK di Kebumen Tewas Tenggelam Saat Mandi di Sungai, Ini Kronologinya
“Korban berenang di kolam yang cukup dalam dan luput dari pengawasan pendamping,” ujar Kompol Faris.
Korban datang ke lokasi wisata untuk berekreasi bersama teman-temannya dengan didampingi sejumlah orang dewasa. Namun, pada saat kejadian, korban tidak terpantau oleh pendampingnya.
Sempat Dikira Latihan Menyelam
Sejumlah pengunjung sempat melihat korban berada di dalam kolam dan mengira korban sedang berlatih menyelam. Beberapa saat kemudian, tubuh korban terlihat tidak bergerak di dasar kolam. Pengunjung dan saksi di lokasi segera mengevakuasi korban dan membawanya ke RS PKU Muhammadiyah Sruweng.
“Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban meninggal dunia akibat kehabisan oksigen karena tenggelam,” tambah Kompol Faris.
Polsek Sruweng bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Kebumen melakukan pemeriksaan awal, pendataan saksi, serta koordinasi dengan pihak medis. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun unsur pidana.
BACA JUGA: Ibu Ajak Anak Balitanya Gant*ng Diri, Diduga Depresi Ditinggalkan Suami
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
Menyikapi peristiwa tersebut, Polres Kebumen mengimbau orang tua dan pendamping agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat berada di area wisata air. Polisi juga meminta pengelola dan pengunjung untuk lebih waspada, khususnya di kolam dengan kedalaman tertentu, guna mencegah kejadian serupa.






