Dilema Iktikaf Wanita di 10 Malam Terakhir Ramadan, Simak Penjelasan Lengkap Buya Yahya

Apakah wanita boleh iktikaf di rumah saat Ramadan? Buya Yahya ungkap rahasia meraih pahala setara iktikaf di masjid bagi kaum hawa yang berhalangan hadir. (Foto: Ilustrasi Canva)
Keamanan dan Kehormatan Wanita Jadi Prioritas

Buya Yahya memberikan catatan penting bagi wanita yang memilih beriktikaf di masjid. Keamanan dan perlindungan diri harus menjadi pertimbangan utama.

Jika kondisi masjid terlalu ramai, sempit, atau memaksa wanita harus berdesak-desakan dengan pria, maka beribadah di rumah menjadi pilihan yang lebih mulia.

Berita Lainnya

BACA JUGA: Tetap Meraih Berkah Ramadan Meski Sibuk Bekerja, Begini Pesan Menyejukkan Buya Yahya

“Jangan sampai ingin mengejar pahala iktikaf di masjid, tapi justru terjerumus dalam dosa karena mengabaikan kehormatan diri. Misalnya, pulang sendirian jam dua dini hari lewat jalan sepi. Ada rambu-rambu aturan yang tetap harus dipatuhi,” tuturnya.

Meraih Pahala Iktikaf Meski di Rumah

Kabar gembira bagi para ibu atau wanita yang memiliki uzur—seperti harus menjaga anak, lanjut usia, atau tidak menemukan masjid yang aman, Buya Yahya menyatakan bahwa Allah Maha Mengetahui ketulusan hati hamba-Nya.

Wanita yang beribadah di rumah dengan penuh kerinduan untuk beriktikaf di masjid akan tetap mendapatkan pahala yang besar.

Pahala tersebut tetap mengalir bagi mereka yang terbiasa beribadah namun terhalang oleh keadaan.

“Jika di masa muda Anda terbiasa iktikaf di masjid, lalu sekarang Anda beribadah di rumah karena alasan kesehatan atau keamanan, Allah tetap mencatat pahala yang sama,” jelasnya dengan menyejukkan.

Tetap Menghidupkan Malam Meski Sedang Haid

Lebih lanjut, Buya Yahya mengingatkan bahwa ibadah di malam-malam terakhir Ramadan tidak hanya terbatas pada iktikaf dan salat.

Berita terkait