Menjauhi Lingkungan Toxic Apakah Berdosa? Ini Penjelasan Bijak Buya Yahya

Menurut Buya Yahya, menjauhi keluarga toxic tidak berdosa asalkan lewat langkah ini. (Foto: Dok. Al Bahjah TV)

Beritakebumen.com – Hidup di tengah lingkungan atau keluarga yang toxic sering memicu tekanan batin. Banyak orang ingin menjauh demi menjaga kesehatan mental.

Tapi, apakah tindakan itu berdosa dalam Islam? Buya Yahya memberikan jawaban bijak.

Berita Lainnya

Pengasuh LPD Al-Bahjah itu menegaskan satu langkah kunci sebelum memutuskan menjauh: introspeksi diri. Ia memberi perumpamaan tentang jari telunjuk yang sakit.

Saat jari itu menyentuh badan, seluruh tubuh terasa sakit. Padahal, sumber masalah ada pada jari itu sendiri.

“Banyak orang menganggap orang lain tidak baik padahal dirinya yang kurang baik,” ujar Buya Yahya dalam tausiyah di kanal resminya.

Jika di mana pun kita berada selalu terasa tidak nyaman, kemungkinan besar watak kitalah yang perlu diperbaiki. Buya mengingatkan umat untuk berani berkaca pada diri sendiri.

BACA JUGA: Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Sunnah? Buya Yahya Beri Penjelasan

Kapan Menghindar Diperbolehkan?

Buya Yahya memahami ada lingkungan yang benar-benar buruk. Jika suasana penuh ghibah, caci-maki, atau peremehan, maka menghindar jadi pilihan yang sah.

Buya mengutip Imam Ghazali tentang uzlah atau mengasingkan diri. Ketika bergaul justru merusak agama dan hati, menepi sejenak untuk berbenah itu dibolehkan.

Cara Pergi yang Santun

Jika sudah yakin pindah adalah solusi, Buya mengingatkan agar tidak pergi dengan amarah. Jangan mencaci tempat lama.

Gunakan alasan baik, seperti pindah kerja atau urusan lain. Pergilah tanpa meninggalkan luka. Dengan cara itu, pintu silaturahmi tetap terbuka di masa depan.

Kesimpulannya, jujur pada diri sendiri lebih dulu. Tebarkan senyum dan kasih sayang.

Jika semua kebaikan sudah dilakukan tapi lingkungan tetap tak berubah, barulah menjauh jadi langkah bijak demi keselamatan iman dan mental.

Berita terkait