Dugaan Keracunan MBG di Batang, Lebih dari 700 Penerima Terdampak

Keracunan MBG
Wapres Gibran meninjau sekolah yang muridnya diduga keracunan MBG. (Foto: Humas Jateng)

Pemprov Jawa Tengah menyebut sampel makanan, air, dan spesimen pasien telah dikirim untuk pemeriksaan laboratorium di Yogyakarta. Pemerintah akan menentukan penyebab kejadian berdasarkan hasil pemeriksaan dan proses investigasi.

Sebagai langkah sementara, operasional SPPG Bawang dihentikan selama 30 hari selama proses investigasi berlangsung. Kewenangan terkait operasional SPPG berada pada Badan Gizi Nasional.

Berita Lainnya

Pasien Mulai Pulih

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi, mengatakan penerima manfaat yang mengalami keluhan berasal dari berbagai kelompok. Mereka mencakup peserta didik jenjang PAUD hingga SMA serta penerima manfaat lainnya, termasuk balita dan ibu hamil.

Menurut Ida, pasien yang masih menjalani perawatan menunjukkan perkembangan positif.

“Dari laporan semua fasilitas kesehatan yang saat ini sedang merawat, semua pasien dalam kondisi terhidrasi dan sudah dalam pemulihan,” katanya.

Meski kondisi pasien membaik, dokter tetap melakukan evaluasi sebelum menentukan apakah pasien dapat meninggalkan fasilitas kesehatan. Keluhan yang dilaporkan antara lain mual, muntah, diare, sakit perut, pusing, serta panas dingin.

BACA JUGA: 7 Hektare Lahan Perbukitan di Kebumen Terbakar, Api Padam Setelah 2 Jam

Di Puskesmas Bawang, penanganan terhadap warga terdampak telah berlangsung sejak Rabu, 23 September 2026. Kepala Puskesmas Bawang, Ida Suryani, menyebut total 597 orang sempat mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan tersebut maupun melalui rujukan ke rumah sakit dan puskesmas rawat inap lainnya.

Rentang usia warga yang mendapatkan penanganan cukup beragam, mulai dari balita hingga lanjut usia. Petugas mencatat sejumlah keluhan, antara lain mual, sakit perut, muntah, diare, serta panas dingin.

Wali Murid Berharap Pelaksanaan MBG Diperbaiki

Selain mengunjungi fasilitas kesehatan, Gibran bersama Ahmad Luthfi dan Bupati Batang M Faiz Kurniawan mendatangi SD Negeri Pasusukan. Di sekolah tersebut, mereka berdialog dengan wali murid dan siswa yang terdampak.

Sejumlah wali murid menyampaikan harapan agar program MBG tidak dihentikan, tetapi pelaksanaannya diperbaiki sehingga keamanan pangan dan tata kelola penyediaan makanan semakin terjamin.

Salah seorang wali murid, Nuriah, menceritakan anaknya sempat menjalani perawatan selama tiga hari. Kondisinya kini membaik dan telah kembali bersekolah, meski pengalaman tersebut masih meninggalkan kekhawatiran bagi keluarga.

BACA JUGA: Ada Ritual Cowongan Pantai Heppii Kebumen, Tradisi Minta Hujan Kembali Tampil

Gibran menyampaikan bahwa tata kelola SPPG perlu diperbaiki dan kejadian di Batang harus menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan MBG ke depan semakin aman. Dalam pertemuan tersebut, Wapres juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga terdampak.

Sementara itu, siswa kelas 6 SD Negeri Pasusukan, Faiz Fatih Ardani, berharap program MBG tetap berjalan setelah dilakukan perbaikan. “Semoga program MBG bisa diperbaiki dan dilanjutkan,” katanya.

Hal serupa disampaikan siswa lainnya, As’ad Arif Nurul Munji. “Tetap dilanjutkan, diperbaiki,” ujarnya.

Berita terkait