Jembatan Merah Putih Presisi Kebumen Diresmikan, Hubungkan Jalur Vital Desa Bandung-Tanahsari

Bupati Lilis Nuryani resmikan jembatan gantung hasil gotong royong Polres dan warga. Akses Desa Bandung-Tanahsari kini aman setelah puluhan tahun rusak. (Foto: Beritakebumen.com)

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Jembatan gantung Desa Bandung, Kecamatan Kebumen, yang selama puluhan tahun menjadi penghubung vital antar dusun akhirnya diperbaiki dan diresmikan penggunaannya pada Rabu, 25 Februari 2026.

Peresmian Jembatan yang diberi nama Jembatan Merah Putih Presisi tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani dan Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.

Dengan panjang 46 meter dan lebar 1,7 meter, jembatan ini menjadi akses utama yang menghubungkan Desa Bandung dengan Desa Tanahsari.

Sebelum diperbaiki, kondisinya cukup memprihatinkan. Banyak papan kayu yang lapuk dan struktur besi yang keropos dimakan karat, membahayakan warga yang melintas, terutama anak-anak sekolah.

BACA JUGA: Kepala BNPB Resmikan Jembatan Weton Kulon, Pulihkan Akses Warga Puring-Buayan

Pembangunan kembali jembatan ini merupakan inisiatif dari Polres Kebumen. Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menjelaskan bahwa perbaikan total dilakukan selama 25 hari.

Pihaknya mengganti seluruh papan kayu yang lapuk dan besi yang berkarat, serta memasang jaring pengaman (borges) agar lebih aman untuk dilewati, termasuk oleh pengendara sepeda motor.

“Kami gotong royong dengan warga. Anggarannya murni dari urunan anggota Polres dan juga bantuan dari masyarakat melalui CSR. Ini adalah jembatan kedua yang kami bangun, setelah sebelumnya di Desa Jlegiwinangun,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama di sela-sela peresmian.

Bupati Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Kebumen. Menurutnya, inisiatif ini sangat membantu masyarakat yang selama ini kesulitan saat melintasi jembatan rusak.

“Ini adalah wujud nyata kepedulian dan kemanunggalan TNI-Polri dengan rakyat. Harapan kami, dengan perbaikan ini, roda perekonomian masyarakat bisa bergerak lebih cepat. Anak-anak sekolah juga jadi lebih aman dan lancar perjalanannya,” kata Bupati Lilis.

BACA JUGA: Jembatan Kali Ketek Ambles, Arus Lalu Lintas Jalur Nasional III Kebumen Tersendat

Kepala Desa Bandung, Arif Khamidi, menambahkan bahwa jembatan yang dibangun sekitar tahun 1994 ini sudah lebih dari 10 tahun tidak pernah mendapatkan perbaikan berarti. Meski beberapa kali ditambal sulam, kondisinya tetap mengkhawatirkan.

“Jembatan ini vital sekali, Pak. Setiap hari dilewati warga untuk ke sawah, ke sekolah, bahkan untuk sarana ibadah. Kalau jembatan ini rusak, warga harus memutar jauh. Atas nama masyarakat, kami berterima kasih kepada Pak Kapolres dan Bu Bupati,” ungkap Arif.

Berita terkait