Kebumen Jadi Contoh Percepatan Penanggulangan TBC, Wamenkes dan Wamendagri Tinjau Skrining Massal

Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus dan Wamendagri Akhmad Wiyagus tinjau skrining TBC massal di Kebumen. Jawa Tengah disebut provinsi dengan capaian CKG terbaik se-Indonesia. (Foto: Beritakebumen.com)

ALIAN, Beritakebumen.com – Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus melakukan kunjungan kerja ke Kebumen, Selasa, 15 September 2026.

Keduanya meninjau kegiatan skrining tuberkulosis (TBC), Cek Kesehatan Gratis (CKG), program Spesialis Keliling (Speling), serta khitanan massal dan penyerahan bantuan sosial di GOR Tanuharjo, Kecamatan Alian.

Berita Lainnya

Kunjungan ini merupakan bagian dari percepatan penanggulangan TBC di Jawa Tengah.

Wamenkes menyebut Jawa Tengah sebagai provinsi dengan capaian CKG terbaik di Indonesia.

BACA JUGA: Program Serbu TBC dan Smart TB-R Diluncurkan, Kebumen Percepat Eliminasi TBC

“Program CKG Jawa Tengah adalah yang terbaik se-Indonesia. Prestasi ini tidak lepas dari kerja gubernur, bupati, kepala dinas kesehatan, dan para kader,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari satu dari lima anak yang lahir di Indonesia mengalami stunting, kondisi ini memengaruhi perkembangan otak hingga 85 persen pada masa kehamilan sampai usia dua tahun.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai langkah pencegahan.

Pemerintah juga merenovasi 1.988 puskesmas, membangun 66 rumah sakit di daerah yang belum memilikinya, serta merenovasi 441 rumah sakit existing.

Terkait TBC, Wamenkes menegaskan Indonesia menempati peringkat kedua dunia dengan kasus terbanyak. Namun, berdasarkan rasio per 100.000 penduduk, angka Indonesia mencapai 382 kasus, dua kali lipat India yang hanya 190 kasus.

Pengobatan TBC di Indonesia tergolong baik dengan capaian di atas 90 persen. Kelemahan utama terletak pada pencegahan, terutama pemeriksaan kontak erat serumah yang masih rendah, baru sekitar 12 persen tahun ini.

Wamendagri Akhmad Wiyagus menambahkan, dari 460 desa di Kebumen, baru 13 desa yang membentuk desa siaga TBC.

BACA JUGA: Program Speling Jadi Primadona Warga di 100 Hari Kerja Luthfi-Yasin

Ia mendorong percepatan pembentukan desa siaga agar insentif kader TBC terserap optimal.

“Kolaborasi lintas sektor dari pusat hingga desa menjadi kunci keluar dari peringkat kedua dunia,” tegasnya.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani melaporkan, 35 puskesmas dan 12 rumah sakit telah memberikan layanan TBC.

Hingga Agustus 2026, ditemukan 2.139 kasus dari estimasi 3.690 kasus. Lebih dari 703.000 warga telah mengikuti CKG.

“Kebumen berkomitmen mempercepat eliminasi TBC tahun 2030 melalui penguatan layanan, edukasi, dan kerja sama antarwilayah,” pungkasnya.

Berita terkait