PREMBUN, Beritakebumen.com – Panen Raya Padi varietas Inpari 49 di Desa Bagung, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen, membuktikan keberhasilan penerapan sistem Corporate Farming dengan capaian produktivitas mencapai 10,5 ton per hektare. Hasil tersebut jauh melampaui rata-rata produksi padi setempat yang selama ini berada di kisaran 6,5 ton per hektare.
Panen raya yang digelar Kelompok Tani (Poktan) Sri Rejeki, Kamis (29/1/2026), dihadiri langsung Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani. Dalam kesempatan itu, bupati mengapresiasi kinerja petani yang mampu mengelola lahan secara terpadu, mandiri, dan berbasis teknologi.
BACA JUGA: Manfaatkan Lahan Pesisir, Petani Tanggulangin Kebumen Berhasil Budidaya Ketela Madu
Ketua Poktan Sri Rejeki, Agung Prabowo, menjelaskan bahwa kelompoknya menerapkan manajemen satu pintu yang mengintegrasikan lahan seluas 5,3 hektare. Melalui sistem tersebut, seluruh proses budidaya berjalan lebih terkoordinasi, sehingga produktivitas meningkat signifikan.
Varietas Inpari 49 (Jembar) dipilih karena memiliki keunggulan tahan rebah, tekstur nasi yang pulen, serta ketahanan yang baik terhadap serangan penyakit. Dengan karakter tersebut, tanaman mampu berproduksi optimal hingga mencapai 104,5 kuintal per hektare.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen atas pendampingan yang intensif. Hasil panen kali ini meningkat dan kami berharap membawa keberkahan bagi seluruh anggota kelompok,” ujar Agung.
Kelompok Tani Manfaatkan Teknologi Pertanian Modern
Selain manajemen yang tertata, kelompok tani juga memanfaatkan teknologi pertanian modern. Petani di Desa Bagung menggunakan drone untuk penyemprotan pupuk cair dan pestisida secara presisi, memanfaatkan rotavator untuk mempercepat pengolahan tanah, serta mengoperasikan combine harvester guna meningkatkan efisiensi panen.






