Pesan Lintas Zaman Sesepuh Sendangdalem: Membaca Makna Tersirat di Balik Bait Ramalan

Desa Sendangdalem
Ilustrasi filosofi dari ramalan para sesepuh Desa Sendangdalem. Credit: Ai by @Gita Kurniawan

Seorang pakar budaya dan sosiologi Jawa menjelaskan bahwa petuah semacam ini harus dibaca
dengan kacamata kebijaksanaan tingkat tinggi. “Dalam khasanah Kejawen, pesan seperti
“bedahing kali” sejatinya adalah bentuk peringatan dini atau mitigasi kultural.

Ini bukan kutukan yang harus ditakuti, melainkan alarm pengingat agar manusia tidak serakah mengeksploitasi sungai. Alam memiliki batas toleransi, dan kita diminta untuk menjaganya agar sungai tidak terpaksa “membeda” jalannya sendiri,” jelasnya.

Berita Lainnya
Desa Sendangdalem
Ilustrasi ramalan “Kali ilang kedunge” yang berupa PDAB credit: Ai @Miftah
Bukan Sekadar Mitos: Saatnya Mengubah Waspada Menjadi Aksi Merawat Semesta!

Kisah petuah almarhum Mbah Haji Rojikin yang dituturkan oleh Salim Said adalah cerminan
betapa kayanya lumbung filosofi masyarakat Sendangdalem. Petuah "bedali bedahing kali" tidak seharusnya membuat kita hidup dalam ketakutan. Sebagai manusia beragama, segala ketetapan
takdir pada akhirnya bermuara pada kehendak Sang Pencipta.

Justru, inilah momen yang tepat untuk mengambil pesan moral dari ilmu titen tersebut. Mari
ubah kewaspadaan menjadi tindakan yang membawa berkah! Sudah saatnya kita lebih eling lan
waspada (ingat dan waspada).

Jaga harmoni lingkungan di sekitar Sungai Bedegolan, batasi eksploitasi alam yang berlebihan, dan rawatlah sungai sebelum alam memberikan tegurannya. Sebarkan kisah kearifan lokal ini sebagai pengingat bersama, bahwa setiap tetes air dan jengkal tanah di Bumi Kebumen menitipkan kehidupan masa depan yang harus kita pelihara dengan penuh cinta. ***

Sumber Rujukan Artikel:

  • Wawancara langsung dan Penuturan Lisan Bapak Salim Said (Warga Desa Sendangdalem) mengenai memori kolektif Mbah Haji Rojikin.
  • Observasi Kewilayahan: Perusahaan Tambang Batu Padureso, PLTA Wadaslintang (Indonesia Power), dan PDAB Jembatan Bedegolan.
  • Literatur Budaya Jawa: Kajian tentang Ilmu Titen, Otak-atik Gathuk, dan Mitigasi Bencana Berbasis Kultural dalam Khasanah Kejawen.

Berita terkait