Rahasia Meraih Lailatul Qadar, Tak Harus di Masjid, Ibadah di Rumah Pun Jadi

Tak harus di masjid, begini cara meraih lailatul qadar saat beribadah di rumah menurut Buya Yahya. (Foto: Ilustrasi Canva)

“Bayangkan jika diberitahu kapan waktunya, maka pasar akan tutup, sopir angkot berhenti bekerja, dan warung-warung tidak ada yang berjualan karena semua orang fokus mengejar malam itu saja. Karena disembunyikan, kehidupan tetap bisa berjalan normal,” tuturnya.

Meski disembunyikan, Nabi Muhammad SAW memberikan petunjuk bahwa peluang terbesar hadirnya malam mulia ini ada pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.

Berita Lainnya

Buya Yahya mengajak umat untuk menghidupkan setiap malam Ramadan dengan konsisten agar tidak kehilangan momentum berharga ini.

Ibadah di Rumah dan Peran Ibu Rumah Tangga

Salah satu poin penting yang ditekankan adalah aksesibilitas ibadah bagi semua kalangan. Buya Yahya menyatakan bahwa meraih Lailatul Qadar tidak harus selalu dilakukan dengan iktikaf di masjid.

Hal ini menjadi kabar baik, terutama bagi para ibu yang harus menjaga anak atau mengurus rumah tangga di malam hari.

“Jangan merasa berkecil hati jika tidak bisa ke masjid. Para wanita yang di rumah tetap bisa meraih Lailatul Qadar dengan cara berzikir, membaca Al-Qur’an, atau berselawat. Allah tetap mendengar rintihan hamba-Nya yang meminta ampunan meski mereka berada di dalam rumah,” jelas pengasuh Al-Bahjah tersebut.

BACA JUGA: Malam Lailatul Qadar, UAS Beri Kunci Meraih Keberkahan di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan

Ia menambahkan bahwa inti dari mendapatkan Lailatul Qadar adalah “menghidupkan malam” dengan ketaatan.

Siapa pun yang mengisi malam tersebut dengan ibadah—meski ia tidak melihat tanda-tanda fisik yang aneh—maka ia secara otomatis telah mendapatkan kemuliaan malam tersebut.

Berita terkait