“Untuk jenis Red Vietnam, dalam waktu sekitar dua tahun setelah tanam sudah bisa mulai dipanen,” jelas Yuli. Alpukat Red Vietnam memang menjadi primadona di kebunnya.
Selain Red Vietnam, ia juga membudidayakan berbagai varietas unggul lain seperti Alpukat Aligator, Mentega Jumbo, TA 21, dan Lilin Singkawang.
Tak hanya alpukat, Yuli juga menyediakan bibit durian, jambu, dan kelengkeng untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang beragam.
Dalam proses perawatan, perempuan kreatif ini mengandalkan pupuk organik berbahan dasar kotoran kambing yang difermentasi.
BACA JUGA: Tembus Jutaan Rupiah per Kilo, Budidaya Vanili Jadi Pilihan Cerdas Petani Kebapangan
Ia juga menambahkan pupuk NPK 16 untuk menunjang pertumbuhan, serta melakukan penyemprotan insektisida dan fungisida secara rutin untuk melindungi tanaman dari hama.
Pemasaran dilakukan Yuli secara konvensional dengan membuka langsung lokasi pembibitan di Kuwarasan.
Ia juga memanfaatkan platform digital untuk penjualan online, sehingga jangkauan pasarnya meluas ke berbagai daerah.






