BERITAKEBUMEN.COM – Kesehatan ginjal perlu dijaga melalui pola hidup yang seimbang.
Minum air putih dan memenuhi kebutuhan nutrisi memang penting, tetapi sejumlah kebiasaan yang kerap dianggap sehat justru dapat membebani kerja ginjal apabila dilakukan secara berlebihan.
Ginjal berperan penting dalam menyaring darah, membuang zat sisa dan racun dari tubuh melalui urine.
Karena itu, menjaga fungsi ginjal perlu dilakukan dengan memperhatikan asupan makanan, suplemen, hingga jumlah cairan yang dikonsumsi setiap hari.
Berikut empat kebiasaan yang perlu diperhatikan karena berisiko mengganggu fungsi ginjal.
1. Mengonsumsi Protein Secara Berlebihan
Protein merupakan salah satu nutrisi penting bagi tubuh. Namun, konsumsi dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan beban kerja ginjal.
Kondisi ini dapat terjadi pada orang yang mengonsumsi protein shake secara rutin untuk mendukung pembentukan otot.
Ahli urologi Dr. David Shusterman, MD, menjelaskan bahwa asupan protein berlebih membuat ginjal bekerja lebih keras dalam menjalankan proses penyaringan darah.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat memengaruhi fungsi ginjal. Sebagai acuan, kebutuhan protein harian yang disebutkan berada di kisaran 0,8 hingga 1 gram per kilogram berat badan.
2. Mengonsumsi Suplemen Dosis Tinggi Tanpa Pengawasan
Suplemen kesehatan tidak selalu aman apabila dikonsumsi dalam dosis tinggi atau tanpa memperhatikan kebutuhan tubuh.
Beberapa bahan, seperti kunyit, vitamin C, dan kalsium, dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal ketika dikonsumsi secara berlebihan.
Vitamin D dalam jumlah berlebih serta produk herbal yang mengandung kalium juga dapat menimbulkan risiko bagi orang dengan penyakit kronis tertentu.
Karena itu, seseorang yang memiliki kondisi medis tertentu sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen secara rutin.
3. Terlalu Mengandalkan Teh Detoks
Teh detoks banyak dipasarkan dengan klaim membantu membuang racun dari tubuh sekaligus menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Klaim tersebut memiliki bukti ilmiah yang terbatas.
Sejumlah produk teh detoks mengandung bahan yang bersifat diuretik sehingga dapat meningkatkan produksi urine.
Konsumsi berlebihan berpotensi menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit, yang pada akhirnya dapat membebani tubuh.
Dr. Shusterman menjelaskan bahwa ginjal secara alami sudah memiliki fungsi detoksifikasi dengan menyaring darah dan membuang zat sisa melalui urine.
Untuk mendukung fungsi tersebut, pola makan dengan makanan utuh yang kaya serat serta konsumsi air mineral secara seimbang dapat menjadi pilihan.
BACA JUGA: Berapa Takaran Ideal Minum Air Putih Setiap Hari? Ini Penjelasan Resmi Kemenkes
4. Minum Air Terlalu Banyak dalam Waktu Singkat
Kecukupan cairan memang penting untuk menjaga fungsi tubuh, termasuk ginjal. Namun, minum air dalam jumlah sangat banyak dalam waktu singkat juga dapat membahayakan kesehatan.
Ginjal disebut mampu memproses sekitar 0,8 hingga 1 liter air per jam. Jika seseorang mengonsumsi air jauh lebih cepat daripada kemampuan ginjal dalam memprosesnya, kadar natrium dalam darah dapat menjadi terlalu encer.
Kondisi tersebut dapat mengganggu keseimbangan cairan di dalam sel dan menyebabkan pembengkakan. Dampaknya dapat memengaruhi berbagai organ, termasuk otak, serta memicu gejala medis yang serius.
Menjaga kesehatan ginjal tidak perlu dilakukan dengan cara ekstrem. Pola hidup seimbang, asupan nutrisi sesuai kebutuhan, penggunaan suplemen secara bijak, serta konsumsi air yang terukur menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi ginjal.
Memahami batas kebutuhan tubuh dapat membantu mencegah kebiasaan sehari-hari yang justru memberikan beban berlebihan pada ginjal.






