Beritakebumen.com – Perut buncit menjadi momok bagi banyak orang di era modern.
Beragam diet ekstrem kerap dicoba, namun pakar kesehatan herbal dr. Zaidul Akbar memiliki pandangan berbeda.
Menurutnya, mengecilkan lingkar pinggang tidak selalu harus dengan menyiksa diri melalui pola makan yang ketat.
Kunci utamanya terletak pada pemahaman sederhana tentang metabolisme tubuh.
Dokter Zaidul Akbar menjelaskan bahwa timbunan lemak di perut terjadi karena konsumsi glukosa berlebih yang tidak terbakar menjadi energi.
BACA JUGA: Waspadai Dampak Begadang Saat Puasa, Kulit Cepat Tua dan Tubuh Kelelahan
Tubuh sebenarnya cerdas mengelola kelebihan ini dengan menyimpannya sebagai glikogen. Namun, ketika glikogen terus menumpuk tanpa digunakan, tubuh akan mengubahnya menjadi lemak.
Tiga Musuh Utama di Piring Makan
Banyak orang tidak sadar bahwa makanan sehari-hari justru menjadi biang keladi perut buncit.
Dokter Zaidul Akbar menyoroti tiga sumber utama yang paling sering memicu penumpukan lemak, terutama pada pria yaitu nasi putih, segala jenis olahan tepung, dan gula pasir.
“Kondisi badan kita sekarang sudah penuh dengan glukosa yang sudah jadi lemak. Kalau pada laki-laki, numpuknya paling sering di perut,” ungkapnya.
Metode “Singa Lapar” untuk Bakar Lemak
Sebagai solusi, dokter Zaidul Akbar memperkenalkan konsep yang disebutnya “singa lapar”. Metode ini sederhana membiasakan tubuh tidak mendapat asupan karbohidrat berlebih dalam kurun waktu tertentu, misalnya selama beberapa hari dalam seminggu.
BACA JUGA: Sahur Sehat Saat Puasa: Antara Karbohidrat dan Protein, Mana yang Lebih Penting?
Caranya dengan membatasi konsumsi nasi, tepung, dan gula. Ketika pasokan karbohidrat dihentikan sementara, tubuh tidak punya pilihan selain membakar cadangan lemak yang sudah ada untuk dijadikan energi. Lemak di perut pun akan rontok dengan sendirinya secara alami.
Dibandingkan pola diet rumit yang sering membingungkan, metode ini dinilai lebih efektif dan mudah dijalani. Intinya adalah konsistensi mengurangi sumber karbohidrat sederhana dari menu harian.
“Tidak perlu pola diet yang aneh-aneh. Cukup kurangi karbohidrat tadi, nanti berat badan akan turun dengan sangat cepat,” tutup dr. Zaidul Akbar.






