“Momentum Ramadan tahun ini jauh lebih menarik. Permintaan meningkat drastis hingga dua kali lipat dari biasanya,” ujar Ali saat ditemui di rumah produksinya.
Untuk menjaga kepuasan pelanggan, Ali menyediakan tiga kategori kualitas produk, yaitu premium, medium, dan standar.
Peci-peci ini dibanderol dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp200.000 hingga Rp700.000 per kodi, tergantung pada bahan dan tingkat kerumitan pembuatannya.
Pemasaran Peci Beriut kini telah menjangkau jaringan yang luas secara nasional. Produk ini didistribusikan melalui distributor utama di Kudus dan Cirebon.
Selain itu, Ali juga menyuplai langsung ke pedagang-pedagang di Jakarta Utara, Karawang, Wonosobo, Salatiga, Pemalang, hingga ke luar Pulau Jawa.
Keberhasilan industri rumahan ini tidak lepas dari peran 25 karyawan lokal yang merupakan warga sekitar. Dengan keterlibatan tenaga kerja lokal, Ali membuktikan bahwa kualitas produksi daerah mampu bersaing dengan produk pabrikan berskala besar.
BACA JUGA: Eks PMI di Kebumen Sukses Raup Cuan Lewat Bisnis Kue Kering, Tembus Pasar Jepang
Peci Beriut tetap menjadi pilihan karena kualitas jahitan yang rapi dan kenyamanan saat dikenakan, yang menjadi ciri khas produk kerajinan tangan.
Melalui ketekunan yang telah berjalan selama 25 tahun, Peci Beriut kini berdiri tegak sebagai salah satu produk unggulan dari Kebumen.
Peningkatan produksi di masa Lebaran ini diharapkan dapat terus memutar roda ekonomi desa dan memperkenalkan kualitas kerajinan tangan lokal ke kancah yang lebih luas.






