BERITAKEBUMEN.COM – Sejumlah masyarakat mengeluhkan status kesejahteraan mereka dalam Data Terpadu Sosio-Ekonomi Nasional (DTSEN) yang tercatat pada Desil 9 atau 10.
Kondisi tersebut dinilai tidak sesuai dengan keadaan ekonomi yang sebenarnya karena masih membutuhkan bantuan sosial.
Kementerian Sosial (Kemensos) menjelaskan bahwa data desil bersifat dinamis dan dapat diperbarui secara berkala berdasarkan pemutakhiran kondisi sosial-ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Warga yang merasa data kesejahteraannya tidak sesuai dapat mengajukan sanggahan atau pembaruan data melalui sejumlah jalur resmi.
BACA JUGA: Jangan Asal Angkat! Spam Call Bisa Jadi Sinyal Kebocoran Data Pribadi, Ini Cara Mengatasinya
Pertama, pengajuan dapat dilakukan secara mandiri menggunakan aplikasi Cek Bansos milik Kementerian Sosial.
Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk mengusulkan perubahan data.
Kedua, warga dapat mendatangi kantor desa atau kelurahan maupun Dinas Sosial setempat.
Petugas di tingkat desa atau kelurahan akan membantu memasukkan usulan perubahan ke dalam sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation).
Pengajuan perubahan data tidak secara otomatis membuat seseorang turun ke desil yang lebih rendah.
Hasil akhirnya tetap ditentukan melalui proses verifikasi terhadap kondisi sosial dan ekonomi terbaru. Karena itu, masyarakat perlu menyampaikan informasi secara jujur dan sesuai keadaan sebenarnya.
Memahami Desil Kesejahteraan DTSEN
Berdasarkan Keputusan Menteri Sosial Nomor 22 Tahun 2026, tingkat kesejahteraan dalam DTSEN dikelompokkan menjadi 10 desil.
Pengelompokan tersebut menunjukkan posisi relatif tingkat kesejahteraan sebuah keluarga dibandingkan keluarga lainnya, bukan berdasarkan batas nominal pengeluaran tertentu.
Penilaian mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, kapasitas daya listrik rumah tangga, serta kepemilikan aset.
BACA JUGA: Begini Cara Mudah Perbarui Data Desil Bansos via HP, Cukup dari Rumah
Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan Desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Data desil kemudian menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan sasaran penerima berbagai program bantuan sosial.
Masyarakat yang merasa status desil dalam DTSEN tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat mengajukan pembaruan melalui aplikasi Cek Bansos atau melalui pemerintah desa/kelurahan dan Dinas Sosial.
Setiap usulan akan melalui proses verifikasi sebelum pemerintah menetapkan perubahan data kesejahteraan.






