PADURESO, Beritakebumen.com – Desa Pejengkolan di Kecamatan Padureso, Kebumen, kini mulai diperhitungkan sebagai penghasil durian kualitas unggul.
Di balik rimbunnya perbukitan, seorang petani bernama Sudarman berhasil membuktikan bahwa ketekunan dalam merawat pohon durian dapat membuahkan hasil finansial yang sangat menggiurkan.
Tahun 2026 menjadi momen spesial bagi Sudarman. Kebun durian miliknya mengalami peningkatan produktivitas yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Tidak hanya buahnya yang semakin lebat, ukurannya pun jauh lebih besar dengan frekuensi panen yang bisa mencapai tiga kali dalam satu tahun.
BACA JUGA: Tembus Jutaan Rupiah per Kilo, Budidaya Vanili Jadi Pilihan Cerdas Petani Kebapangan
Di atas lahan seluas 2.100 meter persegi, Sudarman mengelola sekitar 40 pohon durian dengan berbagai varietas premium.
Ia menanam durian Bawor yang menjadi andalan produktivitas, Musang King yang sangat digemari karena rasa legitnya, hingga Durian Hitam (Black Thorn) Grade A yang dikenal sebagai kelas tertinggi di dunia durian.
Sudarman mengungkapkan bahwa satu pohon durian Bawor miliknya mampu menghasilkan hingga 35 butir buah. Dari satu pohon tersebut saja, ia bisa mengantongi pendapatan sekitar Rp5 juta.
Sementara itu, durian hitam miliknya meski hanya menghasilkan sekitar 10 buah per pohon, memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Dengan bobot rata-rata 2,5 kg per buah dan harga pasar mencapai Rp200.000 per kilogram, varietas ini menjadi primadona baru di kebunnya.
Kualitas yang konsisten membuat durian dari Pejengkolan ini diburu oleh para kolektor dan pecinta buah dari berbagai kota besar.
Pelanggan Sudarman kini tidak hanya berasal dari lokal Kebumen, tetapi juga datang jauh-jauh dari Solo, Semarang, Surabaya, hingga Jakarta.
Harga durian di kebun Sudarman, untuk durian bawor Rp60.000 per kg, durian musang king Rp125.000 per kg, durian hitam grade A Rp200.000 per kg.
Banyak pengunjung yang datang langsung ke lokasi untuk menikmati suasana kebun sambil berswafoto dan berlibur bersama keluarga, menciptakan pengalaman wisata agrowisata yang berkesan.
Sudarman memiliki ambisi besar untuk masa depan. Ia berencana melakukan ekspansi besar-besaran dengan menanam 300 bibit pohon durian baru di empat lokasi berbeda pada tahun 2026 ini.
BACA JUGA: Mandiri Ekonomi, Desa Serut Kembangkan Budidaya Pepaya California Ribuan Pohon
Ia berharap langkah ini dapat mendorong Kabupaten Kebumen menjadi sentra durian berkelas yang mampu bersaing dengan kabupaten tetangga.
Ia juga mengajak para petani lain, terutama yang berada di wilayah pegunungan, untuk tidak ragu menanam durian. Menurutnya, durian adalah “Raja Buah” yang menjanjikan keuntungan besar.
“Hasil penjualan satu butir durian ini bisa digunakan untuk membeli buah jenis lain dalam jumlah banyak. Menanam durian sangat menjanjikan bagi ekonomi petani,” pungkas Sudarman.






