“Perairan Masalembu adalah tempat bertemunya dua arus. Arus pertama berasal dari barat dan terus memanjang ke Laut Jawa, sementara arus utara berasal dari Selat Makassar,” ungkap sebuah analisis oseanografi. Pertemuan massa air yang berbeda suhu dan tekanan ini sering menciptakan pusaran arus dan gelombang tinggi yang mematikan bagi kapal yang melintas.
“Saya Orang Terakhir”: Heroisme Kapten di Tengah Keputusasaan
Di saat orang lain berebut sekoci, sang Kapten memilih setia pada janjinya hingga napas terakhir.
Di tengah kekacauan itu, muncul sosok pahlawan sejati: Kapten Abdul Rivai. Saat bantuan dari KM Sangihe datang mendekat, Kapten Rivai menolak untuk dievakuasi lebih dulu. Ia mengirimkan pesan radio yang menggetarkan hati kepada nakhoda KM Sangihe, Agus K. Sumirat: “Saya akan tetap berada di kapal hingga detik terakhir”.
Sikap ksatria ini bukan isapan jempol belaka. Saksi mata melihat Kapten Rivai tetap berada di anjungan, mencoba mengendalikan situasi dan membagikan pelampung kepada penumpang yang histeris hingga kapal benar-benar karam. Pengorbanan Abdul Rivai menjadi simbol tanggung jawab tertinggi seorang pelaut yang jarang kita temukan di era modern ini.
Melawan Mitos dengan Sains, Mendoakan Jiwa yang Tenang
Jangan cuma takut pada mitosnya, pahami alamnya agar kita selamat.






