Jelang Ramadan, Produk Kreatif Sentra Anyaman Bambu Desa Jatimulyo Kebumen Jadi Incaran

Sambut Ramadan, kerajinan anyaman bambu Desa Jatimulyo Kebumen banjir pesanan hampers dari Jakarta hingga Bali. (Foto: Kebumen TV News)

PETANAHAN, Beritakebumen.com – Dusun Karajiwan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Petanahan, Kebumen, terus memperkuat posisinya sebagai sentra kerajinan anyaman bambu.

Aktivitas menganyam di wilayah ini telah menjadi warisan turun-temurun yang menyatu dengan denyut nadi kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Berita Lainnya

Pemandangan jemuran serutan bambu di depan rumah warga menjadi pemandangan lazim yang menandakan produksi terus berjalan.

Di tangan warga yang terampil, sebatang bambu disulap menjadi beragam produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

BACA JUGA: Peluang Bisnis Takjil 2026, Puding Buah Siram Custard Viral Jadi Incaran Menjelang Ramadan

Transformasi Produk dan Jangkauan Pasar

Salah satu pengrajin, Supariati (47), menceritakan perjalanannya menekuni usaha ini secara serius sejak pasca pandemi.

Jika awalnya ia hanya membuat produk tradisional seperti kipas, tampah, dan besek, kini ia mulai merambah ke produk kreasi modern.

Koleksinya kini mencakup hiasan lampu, keranjang hampers, hingga produk dekoratif lainnya yang mengikuti tren pasar.

Produk dari tangan pengrajin Jatimulyo ini telah menjangkau berbagai kota besar di Indonesia. Pesanan datang mulai dari Jakarta, Bandung, Malang, hingga Bali.

Khusus untuk keranjang hampers, permintaan biasanya melonjak tajam sekitar satu bulan menjelang bulan Ramadan.

Pemberdayaan Ekonomi Lokal Dalam memenuhi pesanan yang masuk, Supariati tidak bekerja sendiri. Ia melibatkan ibu-ibu rumah tangga di sekitar lingkungannya.

Hal ini memberikan kesempatan bagi warga untuk mendapatkan penghasilan tambahan di sela-sela aktivitas mengurus rumah tangga.

Untuk produk keranjang hampers, seorang pengrajin mampu menghasilkan 5 hingga 10 buah per hari, tergantung pada ukuran dan tingkat kerumitannya.

Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp20.000 per buah.

Harapan Dukungan Pemerintah Meski pasar sudah merambah luar daerah, Supariati mengakui adanya sedikit penurunan pesanan dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Tembus Pasar Kalimantan, Peci Buatan Warga Alian Kebumen Laris Manis Menjelang Ramadan

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan nyata, misalnya dengan mewajibkan penggunaan produk lokal di instansi kantor pemerintahan agar geliat ekonomi pengrajin tetap terjaga.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dusun Karajiwan, Iqbal Marjianto, menegaskan bahwa pihak desa berkomitmen penuh mendukung kemajuan UMKM bambu ini.

Desa rutin memfasilitasi pelatihan peningkatan keterampilan dan bantuan alat bagi para pengrajin.

Menurutnya, dukungan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Jatimulyo secara berkelanjutan.

Berita terkait