BERITAKEBUMEN.COM – Pernah berbincang dengan seseorang yang napasnya tidak sedap, tetapi dia tampak percaya diri? Fenomena ini cukup umum terjadi.
Banyak penderita bau mulut tidak menyadari kondisi mereka sendiri.
Dokter Tirta Hudhi, praktisi kesehatan yang aktif di media sosial, menjelaskan penyebab utamanya. Tubuh manusia memiliki mekanisme adaptasi terhadap lingkungan sekitar.
“Orang yang bau mulut itu nggak akan sadar mulutnya bau. Itu namanya adaptasi,” ujar dr. Tirta dalam video edukasinya.
Ia memberi contoh sederhana. Seseorang yang jarang ke Tempat Pembuangan Sampah Bantar Gebang akan sangat terganggu dengan aromanya.
Namun, para pekerja yang setiap hari di lokasi tersebut tidak lagi mencium bau menyengat. Otak mereka menganggap bau itu sebagai hal yang biasa.
Tanda-tanda Masalah Kesehatan Mulut
Meski bau mulut sulit disadari sendiri, ada indikator fisik yang bisa diamati. dr. Tirta menyebutkan tiga tanda utama.
BACA JUGA: Benarkah Micin Bikin Bodoh? Dokter Tirta Ungkap Fakta Medis di Balik Mitos MSG
Pertama, sering sariawan dalam seminggu atau dua minggu sekali. Kedua, posisi gusi yang tampak naik atau menyusut, yang dikenal sebagai gejala gingivitis. Ketiga, gusi mudah berdarah saat menyikat gigi.
Jangan Sepelekan Kesehatan Mulut
Banyak orang hanya periksa gigi setiap enam bulan sekali. Padahal, masalah mulut bisa memicu radang atau infeksi berulang.
“Bisa jadi kamu sering sariawan atau sering radang itu karena gigimu jelek, kesehatan mulutmu jelek,” tambah dr. Tirta.
Menjaga kebersihan mulut bukan hanya untuk kenyamanan sosial. Langkah ini penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Dengan mengenali tanda-tanda fisik, kita bisa lebih peduli tanpa harus menunggu teguran dari orang lain.






