Lepas dari Bayang-Bayang Banjir, Kecamatan Bonorowo Kini Jadi Pusat Produktivitas Baru di Kebumen

Kecamatan Bonorowo Kebumen bertransformasi dari rawan banjir jadi sentra pangan, perikanan, dan UMKM lanting. (Foto: Kebumen TV)

BONOROWO, Beritakebumen.com – Kecamatan Bonorowo di Kabupaten Kebumen menunjukkan lonjakan pertumbuhan ekonomi pesat.

Wilayah yang dahulu dikenal sebagai daerah langganan banjir ini kini menjelma menjadi sentra produktivitas berbasis pertanian, perikanan, dan UMKM.

Berita Lainnya

Nama Bonorowo sendiri berasal dari gabungan kata “Bono” dan “Rowo” yang mencerminkan kondisi geografis masa lalu.

Saat musim hujan tiba, wilayah ini sering tergenang air menyerupai rawa-rawa. Sejarah mencatat Bonorowo awalnya merupakan bagian dari Kecamatan Mirit.

BACA JUGA: Wisata Petik Melon Kalitengah, Inovasi Ketahanan Pangan yang Jadi Primadona Gombong

Namun sejak 2001, statusnya resmi meningkat menjadi kecamatan mandiri yang membawahi 11 desa dengan potensi ekonomi melimpah.

Pemerintah kecamatan memfokuskan langkah strategis pada penguatan ketahanan pangan lokal. Seluruh desa kini memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berbadan hukum.

Desa Bonorowo menjadi contoh sukses dengan BUMDes yang mengelola usaha pengeringan padi dan menjalin kemitraan bersama Bulog.

Fasilitas ini sangat membantu petani menjaga kualitas gabah sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas.

Camat Bonorowo, Tri Atmoko, menjelaskan bahwa alokasi 20 persen dana desa dikhususkan untuk sektor ketahanan pangan.

“Ke-11 BUMDes kami bergerak aktif mengelola usaha produktif, mulai dari pengeringan padi, peternakan, hingga perikanan,” ujarnya.

Sektor perikanan darat juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. Desa Tlogorejo menjadi sentra budidaya ikan nila yang berkembang pesat.

Sementara itu, budidaya ikan lele di kawasan ini terus dioptimalkan dan diproyeksikan untuk mendukung program makan bergizi gratis.

Para pembudidaya tergabung dalam Forum Pembudidaya Ikan yang aktif berbagi informasi dan teknologi.

BACA JUGA: Sambung Pucuk Jadi Jurus Warga Kuwarasan Raup Cuan dari Bibit Alpukat Unggul

UMKM turut menjadi pilar ekonomi warga. Kecamatan Bonorowo dikenal sebagai sentra produksi lanting, camilan khas Kebumen yang gurih dan renyah.

Industri lanting tradisional tersebar di Desa Ngasinan, Patukrejom, Rowosari, Bonorowo, hingga Pujodadi.

Sinergi antara pertanian, perikanan, BUMDes, dan UMKM lanting mendorong optimisme Pemerintah Kecamatan Bonorowo terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berita terkait