Kesehatan Mental Gen Z: Mengapa Anxiety, Depresi dan NPD Kian Marak?

Anxiety, depresi hingga NPD marak di Gen Z, ternyata ini penyebab utamanya. (Foto: Pexels/Mahdi Bafande)

BERITAKEBUMEN.COM – Istilah seperti anxiety, depresi, hingga Narcissistic Personality Disorder (NPD) semakin sering digunakan oleh Generasi Z dalam keseharian.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan di kalangan orang tua yang belum terbiasa dengan pembahasan kesehatan mental.

Berita Lainnya

Psikiater dr. Vivi Syarif, Sp.KJ, menjelaskan bahwa meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan mental dipengaruhi oleh kemudahan akses informasi sekaligus besarnya pengaruh media sosial.

Dalam tayangan YouTube Helmy Yahya Bicara, dr. Vivi mengatakan bahwa gangguan kecemasan dan depresi sebenarnya juga dialami generasi sebelumnya.

BACA JUGA: Ramai Konten Media Sosial, Ini Alasan Gen-Z Takut Hamil dan Melahirkan

Perbedaannya, Gen Z memiliki literasi kesehatan mental yang lebih baik sehingga lebih terbuka mengungkapkan kondisi psikologis yang mereka alami.

Di sisi lain, media sosial turut memberi tekanan emosional. Budaya membandingkan diri dengan pencapaian orang lain di dunia maya dapat memicu overthinking, kecemasan, gangguan tidur, hingga berkembang menjadi depresi apabila tidak dikelola dengan baik.

Dr. Vivi juga menyoroti meningkatnya pembahasan mengenai NPD. Gangguan kepribadian ini ditandai dengan kebutuhan berlebihan akan pengakuan, rasa superior, serta rendahnya empati.

Dalam hubungan sosial, perilaku manipulatif seperti gaslighting dapat muncul dan berdampak pada trauma antargenerasi, terutama jika terjadi dalam pola asuh keluarga.

Menurutnya, pengalaman masa kecil juga memengaruhi pola hubungan saat dewasa.

Perbedaan attachment style, seperti pasangan dengan karakter anxious dan avoidant, kerap memicu konflik berkepanjangan apabila komunikasi tidak berjalan sehat.

BACA JUGA: Manfaat Matahari Terbenam untuk Kesehatan, Bisa Kurangi Stres hingga Tingkatkan Daya Ingat

Sebagai solusi, dr. Vivi mengajak orang tua dan lingkungan kerja membangun komunikasi yang lebih empatik melalui pendekatan mindfulness.

Mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan ruang aman untuk bercerita, serta membangun rasa percaya menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan mental Gen Z sekaligus mempererat hubungan antargenerasi.

Berita terkait